Entertainment

Doddy Mengaku BCL Tidak Tahu Dirinya Konsumsi Psikotropika

Doddy mengaku BCL tidak mengetahui dirinya menggunakan psikotropika.

Doddy Mengaku BCL Tidak Tahu Dirinya Konsumsi Psikotropika
Doddy, Manajer BCL (kanan) dan rekannya, RAR (kiri). (Tangkapan Layar YouTube Populer Seleb)

AKURAT.CO, Manajer Bunga Citra Lestari, Mohammad Ikhsan Doddyansyah (MID) menambah panjang daftar pekerja industri hiburan yang terjerat kasus narkoba.

Pria yang akrab disapa Doddy itu ditangkap di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (03/08).

Dalam rilis penangkapan yang digelar di Polres Metro Jakarta Barat, hari ini, Senin (08/08) Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menuturkan alasan Doddy dan rekannya, RAR alias Ronal menggunakan psikotropika golongan IV ini.

baca juga:

Saat pemeriksaan kedua tersangka mengatakan menggunakan obat terlarang itu untuk mendukung aktivitas sehari-hari sebagai manajer artis yang menyita banyak waktu dan memerlukan stamina yang kuat.

"Kita baru melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka ini. Hasil pemeriksaannya, saudara Doddy juga menerangkan baru menggunakan satu tahun lalu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dikutip dari siaran langsung YouTube Populer Seleb.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan dari Doddy, Bunga Citra Lestari tidak mengetahui kalau Doddy mengkonsumsi pil Alprazolam tersebut.

Diketahui, barang bukti yang ditemukan adalah tujuh butir pil Alprazolam dan dua unit telepon genggam.

"Dari keterangannya menyatakan sang artis tidak tahu kalau dia menggunakan. Tapi tentunya nanti seperti yang disampaikan Pak Kapolres ini akan dikembangkan terus," jawab Kombes Pol Endra Zulpan.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce dalam kesempatan yang sama mengatakan terkait dengan tersangka MID dan RAR telah dilakukan beberapa kegiatan.

Mulai dari penyidikan hingga pemeriksaan tes urin. Tidak menutup kemungkinan BCL akan dipanggil jika ditemukan adanya keterkaitan.

"Keterkaitan pihak-pihak yang lain itu masih kita dalam pendalaman. Tidak menutup kemungkinan kalau memang ada keterkaitan kita akan melakukan tindakannya kembali," jawab Kombes Pol Pasma Royce.

Atas kasus ini, Doddy dan rekan disangkakan dengan dua pasal. Adapun pasal yang dimaksud adalah Pasal 62 Undang-undang Republik Indonesia No.5 tahun 1997 Tentang Psikotropika dan Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Mereka terancam hukuman pidana paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp100 juta rupiah.[]