News

Dobrak Sejarah Kolonialisme, Presiden Baru Peru Enggan Tinggal di Istana Negara

Menurut Pedro Castillo, House of Pizarro merupakan simbol kolonialisme yang harus diputus ikatan dominasinya yang telah berlaku selama bertahun-tahun.


Dobrak Sejarah Kolonialisme, Presiden Baru Peru Enggan Tinggal di Istana Negara
Pedro Castillo menolak berkantor di istana kepresidenan House of Pizarro karena ingin memutus simbol kolonial untuk mengakhiri ikatan dominasi yang telah berlaku selama bertahun-tahun. (Foto: Wikipedia) ()

AKURAT.CO, Presiden baru Peru Pedro Castillo tidak mau tinggal di 'House of Pizarro', istana kepresidenan di Lima. Keputusan ini mendobrak tradisi 500 tahun dan sejarah kolonial di negara Andes tersebut.

Dilansir dari Reuters, Castillo berasal dari kalangan petani di kampung Peru dan dikenal sebagai pembela kaum miskin pedesaan. Dalam pidato pertamanya kepada bangsa setelah dilantik pada Rabu (28/7), ia mengatakan bahwa istana tersebut akan dikembalikan kepada Kementerian Kebudayaan.

"Saya tak akan memerintah dari House of Pizarro karena saya percaya bahwa kita harus memutus simbol kolonial untuk mengakhiri ikatan dominasi yang telah berlaku selama bertahun-tahun. Kami akan menyerahkan istana ini kepada Kementerian Kebudayaan yang baru untuk digunakan sebagai museum yang menampilkan sejarah kita dari awal hingga saat ini," ucapnya.

Istana negara itu dinamai sesuai nama penakluk asal Spanyol, Fransisco Pizarro Gonzalez. Sekitar 500 tahun lalu, ia menangkap dan akhirnya mengeksekusi pemimpin adat Atahualpa di Cajamarca, kampung halaman Castillo di Peru utara.

House of Pizarro pertama bermula sekitar tahun 1535, meski pembangunan gedung megah saat ini dimulai pada tahun 1937. Proyek itu selesai pada tahun berikutnya dan istana diresmikan pada tahun 1938.

Castillo merupakan kandidat dari lingkar luar yang mencalonkan diri untuk partai sosialis. Ia menang berkat dukungan dari pedesaan Peru yang geram pada status quo politik dan ketidaksetaraan antara elite perkotaan yang lebih kaya dan masyarakat pedesaan yang lebih miskin.

Tak hanya Castillo, sejumlah pemimpin kiri lainnya di kawasan tersebut juga menolak gedung-gedung pemerintah kuno yang megah. Jose 'Pepe' Mujica di Uruguay terkenal menjalani gaya hidup sederhana, sedangkan mantan pemimpin sosialis Bolivia Evo Morales membangun 'Wisma Rakyat' baru, alih-alih menggunakan Palacio Quemado era kolonial.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador juga memindahkan kantor kepresidenan dari istana lama ke gedung yang tak terlalu mencolok di pusat Kota Meksiko. []