Rahmah

Doa saat Sedang Belajar Online, Agar Tidak Tersesat

Belajar online harus tetap serius dan membarenginya dengan doa


Doa saat Sedang Belajar Online, Agar Tidak Tersesat
Ilustrasi belajar online (unsplash.com)

AKURAT.CO Belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap orang, terutama orang Islam. Dengan belajar maka seseorang akan bisa membedakan mana perkara yang hak dan mana yang batil, sehingga tidak tersesat dalam lubang kehancuran.

Disebutkan juga di dalam Al-Qur'an, bahwa umat Islam diharuskan untuk terus belajar. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Mujadalah ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Selain disebut dalam Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

Di masa pandemi Covid-19, aktivitas belajar dilakukan secara online/daring. Aktivitas ini tidak mengurangi esensi dari belajar, yaitu menuntut ilmu Allah agar mendapatkan keberkahan ilmu.

Disebutkan dalam kitab Jawahir Al-‘Aqdain fi Fadhl Al-Syarifain, berikut doa yang dibaca ketika kita akan berangkat belajar menuntut ilmu, termasuk ketika akan belajar online:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بِسْمِ اللهِ حَسْبِيَ اللهُ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ جِنَانِيْ وَأَدْرِ اْلحَقَّ عَلىَ لِسَانِيْ.

Allohumma innii a’uudzubika an adhilla aw udholla aw azilla aw uzalla aw udzlima aw udzlama aw ajhal aw ujhala ‘alayya, ‘azza jaaruka wa jalla tsanaa-uka wa laa ilaaha ghairuka laa ilaaha illaa anta. Bismillaah, hasbiyallaah, tawakkaltu ‘alallaahi walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Allohumma tsabbit jinaani wa adril haqqa ‘alaa lisaanii.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi, atau aku dizalimi, atau kebodohanku atau aku dibodohi. Sungguh mulia perlindungan-Mu, sungguh agung pujian kepada-Mu, tidak ada tuhan selain Engkau, dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.