Rahmah

Doa Meminta Kebaikan dari Segala Arah

Baca dan amalkan agar kebaikan selalu menjadi milikmu.


Doa Meminta Kebaikan dari Segala Arah
Ilustrasi berdoa (Pinterest/Fitri Nur)

AKURAT.CO Setiap manusia ingin kehidupannya selalu dalam naungan kebaikan, baik dalam masalah keluarga, pekjerjaan, kehidupan sosial masyarakat, dan lain sebagainya. Kebaikan akan menjadikan hati tenang dan tentram.

Selain harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperbaiki diri dan keluarga, kebaikan harus diusahakan dengan permohonan doa kepada Allah SWT. Allah SWT adalah Dzat yang menentukan kebahagiaan dan kebaikan setiap manusia.

Doa yang dikutip oleh Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar di bawah ini adalah doa yang dibaca untuk meminta kebaikan dai segala arah. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

baca juga:

 اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ مِنْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسْتَعِيْذُكَ مِمَّا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسْأَلُكَ مَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ أَمْرٍ أَنْ تَجْعَلَ عَاقِبَتَهُ رَشَدًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allāhumma innī  as’aluka minal khayri kullihī ‘ājilihī wa ājilihī ma laimtu minhu wa mā lam a‘lam, wa a‘ūdzu bika minas syarri kullihī ‘ājilihī wa ājilihī ma laimtu minhu wa mā lam a‘lam, wa as’alukal jannata wa mā qarraba ilayhā min qawlin wa ‘amalin, wa ‘ūdzu bika minan nāri wa mā qarraba ilayhā min qawlin wa ‘amalin, as’aluka minal khayri mā sa’alaka ‘abduka wa rasūluka Muhammadun shallallāhu alayhi wa sallama, wa asta‘īdzuka min ma-sta‘ādzaka minhu ‘abduka wa rasūluka Muhammadun shallallāhu alayhi wa sallama, wa as’aluka mā qadhayta lī min amrin an taj‘ala āqibatahū rasyadā bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu kumohon kebaikan dengan segala jenisnya baik dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Kepada-Mu juga aku berlindung dari segala keburukan dengan segala jenisnya baik yang dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Ya Allah, kepada-Mu kumohon surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Kepada-Mu aku berlindung dari neraka surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Aku memohon kebaikan apa saja yang pernah diminta oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukan apa saja yang pernah dimintakan perlindungan oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga memohon kepada-Mu agar kesudahan dari apa yang Kautentukan dapat menjadi petunjuk bagiku dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 395).

Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online