Rahmah

Doa Hari 10 Pertama Bulan Dzulhijjah, Bisa Tolak Musibah dan Bencana

Baca doa ini agar dosa Anda dihapus oleh Allah.


Doa Hari 10 Pertama Bulan Dzulhijjah, Bisa Tolak Musibah dan Bencana
Doa Mohon Ampunan (majalahlangitan.com)

AKURAT.CO Pemerintah telah menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1443 H pada 1 Juli 2022. Artinya, hari Tarwiyah tiba pada 8 Juli 2022 dan hari Arafah pada 9 Juli 2022. Sedangkan Idul Adha tiba pada 10 Juli 2022.

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang sangat mulia. Allah memuliakan bulan-bulan tertentu dalam rangkaian satu tahun, dan salah satunya adalah bulan Dzulhijjah.

Khusus di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, Allah sangat menyukai hamba-hamba yang mengamalkan amalan-amalan khusus di hari-hari tersebut. Sehingga orang-orang saleh dahulu selalu melakukan puasa sunah pada 10 hari itu.

baca juga:

10 hari pertama ini berakhir pada hari puasa Tarwiyah dan 'Arafah, yaitu tanggal 9 dan 10 bulan Dzulhijjah. Setelah itu kemudian umat Islam merayakan Idul Adha. Sedangkan 3 hari setelahnya, yaitu hari tasyrik, tidak dibolehkan untuk berpuasa.

Selain berpuasa, para ulama kita juga mengamalkan doa-doa dan amalan selama 10 hari pertama bukan Dzulhijjah ini. Mereka sangat berharap agar doa-doanya diampuni oleh Allah SWT, termasuk agar dijauhkan dari musibah dan bencana.

Disebutkan dalam riwayat Imam Atthabrani dalam kitabnya Almu’jamul Kabir, berikut doa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:

لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ البُحُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لاَ إِلَه َإِلَّا اللهُ عَدَدَ اْلقَطْرِ وَاْلمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ لَمْحِ اْلعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ خيرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذاَ إلِىَ يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ

Lailaha illah ‘adadad duhur, lailaha illah ‘adada amwajil buhur, lailalaha illah ‘adadan nabati wasy syajar, lailaha illah ‘adadal qothri wal mathor, lailaha illah ‘adada lamhil ‘uyun, lalilaha illah khoirum mimma yajma’un, lailaha illah min yaumina hadza ila yaumi yumfakhu fisy syur.

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan masa, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan ombak lautan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan tumbuhan dan pohon, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak tetesan dan air hujan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak kedipan mata, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah mulai hari ini sampai hari ditiupkannya terompet hari kiamat.”

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di bulan Dzulhijjah tahun berikutnya. Amin.[]