AKURAT.CO Taubat itu ibarat restart spiritual memberi kesempatan bagi kita untuk kembali ke jalur yang benar setelah terjerumus dalam kesalahan.
Dalam Islam, Allah membuka lebar pintu ampunan bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh kembali.
1. Menyesali Dosa dengan Tulus
Langkah pertama adalah menyadari kesalahan secara mendalam bukan sekadar kata “maaf” tanpa ada penyesalan batin. Taubat yang diterima harus disertai hati yang menangis kecil atas dosa yang dilakukan.
2. Berhenti dari Perbuatan Dosa
Taubat tidak akan sempurna kalau dosa masih terus diulang. Maka, kita harus segera menghentikan perbuatan tersebut tanpa menunda lagi sebagai wujud kesungguhan.
3. Tekad untuk Tidak Mengulangi
Niat kuat agar tidak jatuh ke lubang yang sama menjadi fondasi taubat. Kalau masih ada keraguan dalam hati bahwa akan mengulangi, berarti taubatnya belum sempurna.
4. Mengembalikan Hak Orang Lain (Kalau Ada)
Kalau dosanya melibatkan orang lain seperti mencuri, memfitnah, menyakiti maka wajib diperbaiki seperti minta maaf, kembalikan hak mereka, atau meminta izin agar tidak ada kerugian yang tersisa.
5. Memperbanyak Istighfar dan Amal Saleh
Lebih sering mengucap “Astaghfirullah…” adalah cara praktis agar hati tetap luwes dan mendekat pada Allah.
Di samping itu, rajin beribadah sunah, sedekah, salat malam, membaca Al-Qur’an dan berbuat kebaikan memberi amunisi rohani agar dosa-dosa lama terhapus.
Kutamaan Taubat
Kalau dilakukan dengan benar, Allah menjanjikan penghapusan dosa, penggantian keburukan menjadi kebaikan, dan cinta-Nya terhadap orang yang bertaubat.
Bahkan Allah menyatakan agar hamba-Nya tidak berputus harap dari rahmat-Nya.
Dinda NS (Magang)