Rahmah

Doa Agar Selamat dari Kebakaran, Baca dengan Khusyuk, Insya Allah Diijabah!

Rasulullah mengajarkan kita doa agar selamat dari kebakaran.


Doa Agar Selamat dari Kebakaran, Baca dengan Khusyuk, Insya Allah Diijabah!
Salah satu bangunan yang terbakar di Jalan Karet Pasar Baru, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Kebakaran adalah musibah yang bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah. Untuk itu, kita perlu waspada dan tahu bagaimana mencegahnya. 

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa agar terhindar dari segala macam bahaya. Begitu juga Rasulullah mengajarkan kita doa agar selamat dari kebakaran yang dikutip dari situs NU Online.

Diriwayatkan Imam al-Nasai (shahih):  

 عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ السُّلَمِيِّ هَكَذَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

“Dari Abu al-Aswad al-Sulami, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Allahumma innî a’ûdzu bika minal hadmi, wa a’ûdzu bika minat taraddi, wa a’ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a’ûdzu biki an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a’ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a’ûdzu bika an amûta ladîghan” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.” (Imam al-Nasa’i, Sunan al-Nasâ’i bi Syarh al-Hâfidz Jalâl al-Dîn al-Suyûthî wa Hâsyiyah al-Imâm al-Sindî, Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt, juz 8, h. 678).

Doa di atas termasuk dalam kategori doa “isti’âdzah” (memohon perlindungan). Kalimatnya terdiri dari “a’ûdzu bika” yang berarti “aku berlindung kepada-Mu.” Dari sekian banyak permohonan perlindungan, “al-harîq” (kebakaran) termasuk di dalamnya. Artinya, doa ini memiliki cakupan yang luas; ada tertimpa reruntuhan, bencana longsor bisa masuk di sini; ada jatuh dari tempat yang tinggi, sehingga cocok untuk pemanjat tebing dan pendaki; ada tenggelam, dan lain sebagainya. 

Rasulullah SAW juga bersabda:

  إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيْقَ فَكَبِّرُوا فَإِنَّ التَّكْبِيْرَ يُطْفِئُهُ

Artinya: “Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah. Sesungguhnya takbir memadamkan kebakaran.” (Imam Ibnu Sunni, ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, Beirut: Syirkah Dar al-Arqam bin Abi al-Arqam, 1998, h. 184-185).

Itulah doa agar kita selamat dari kebakaran. Kita berharap tidak akan ada lagi musibah apapun yang menimpa negeri ini. Dengan memanjatkan doa tersebut semoga Allah SWT menjauhkan kita dari segala bencana apapun. Amiin. []