News

DN Belajar Oplas Di China dan Jual Kosmetik Ilegal

DN Belajar Oplas Di China dan Jual Kosmetik Ilegal
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memberikan keterangan pers di Polres Metro Jakarta Utara (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO Polisi membongkar praktik salon kecantikan illegal yang digawangi oleh WNA China di PIK, Penjaringan, Jakarta Utara. Kepada polisi, DN salah satu warga negara asing (WNA) yang jadi tersangka mengaku belajar dari seorang dokter dari negara asalnya.

Kepada penerjemah yang disaksikan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susiant DN mengatakan belajar teknik atau operasi sulam alis di China.

Ia menerangkan setiap pasien yang datang harus menjelaskan, lipatan seperti apa yang mereka inginkan. Penentuan lipatan mata harus sesuai dengan kemauan pasien, kemudian DN menggambar lipatan yang dikehendaki pasien tadi.

baca juga:

Setelah cocok, baik DN maupun satu tersangka lagi bernama DS akan membersihkan bagian kelopak mata yang akan dimodifikasi dengan alkohol.

"Setelah itu mulai dioleskan krim anti kebas dan didiamkan selama 30 menit setelah itu baru dilakukan tindakan," ucap DN.

Ia juga menggunakan bius dalam prakteknya tersebut. Namun DN mengaku menggunakan bius dengan dosis ringan  hingga tidak membahayakan pasien.

Berdasarkan pengembangan polisi, salon itu juga menggunakan kosmetik kecantikan yang tak tercatat dalam Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami mendapatkan obat-obat yang digunakan oleh para tersangka untuk mengobati ataupun melakukan tindakan medis kepada para pasiennya obat-obatan yang ini juga tidak terdaftar ya di Balai POM," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di kantornya, Jumat (15/11/2019).

Budhi menjelaskan dua orang WNA berinisial DN dan DS yang menjadi tersangka dalam kasus ini mendapatkan obat-obatan dan kosmetik ilegal tersebut dari kawasan Jakarta Timur.

"Tentunya kami akan menekan pendalaman karena ini tentunya diperoleh secara ilegal di juga nantinya kita akan mengejar siapapun pihak yang bertanggung jawab," ucap Budhi.

Praktik kecantikan ilegal itu telah dilakoni keduanya selama 2 tahun. Salon yang berada di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara itu kini otomatis berhenti beroperasi. 

Terhadap keduanya dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 83 juncto Pasal 64, Pasal 197 juncto Pasal 106 Ayat (1) Pasal 196 juncto Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3), Pasal 198 juncto Pasal 108 Undang-Undang Kesehatan.[]

Ridwansyah Rakhman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu