News

DKI Terpilih Jadi Kota Terbaik di Dunia, Anies Baswedan: Ini Kemenangan Kedua Warga Jakarta


DKI Terpilih Jadi Kota Terbaik di Dunia, Anies Baswedan: Ini Kemenangan Kedua Warga Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau fasilitas publik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (2/10/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ibu Kota DKI Jakarta terpilih menjadi kota terbaik di dunia dalam Sustainable Transport Award 2021 yang diumumkan tadi malam.

Penghargaan itu disabet Pemprov DKI atas kemajuan di sistem transportasi publik dan mobilitas sebuah kota.

Gubernur Anies Baswedan menyambut gembira hal ini, dia kemudian mengumumkan kemenangan kota yang sudah ia pimpin selama tiga tahun itu lewat laman facebook pribadinya @Anies Baswedan pada Sabtu (31/10/2020).

"Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Ini kemenangan Jakarta yang kedua, tahun lalu kita juara dua," kata Anies dikutip Akurat.co, Sabtu (31/10/2020). 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini jelas bangga dengan presetasi yang direngkuh. Sebab, Jakarta, kata dia, berhasil menyingkirkan sejumlah kota besar di dunia pada ajang ini, berkat inovasi dan kerja keras dalam membenahi wajah transportasi publik Ibu Kota.

"Jakarta terus berinovasi dan berhasil mengalahkan puluhan kota besar dunia lainnya, seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moscow, San Francisco dan Sao Paulo," ucapnya.

Sustainable Transport Award (STA) adalah ajang penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas kota dan inovasi sistem transportasi. 

Dalam STA, visi, konsep dan eksekusi yang dijalankan setiap kota dinilai oleh komite juri yang terdiri dari lembaga-lembaga global seperti Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Bank Dunia, International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI).

Kerja Pemprov DKI dalam setahun terakhir untuk menghadirkan fasilitas  transportasi publik seperti perluasan jalur dan penambahan fasilitas sepeda, revitalisasi halte dan trotoar, penataan fasilitas pejalan kaki di kampung-kampung, dan integrasi berbagai moda transportasi publik dinilai berhasil.