News

DKI Masih Bimbang Putuskan Penutupan Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Tempat wisata di Jakarta diperkirakan bakal diserbu pengunjung mengingat adanya larangan mudik dari Pemerintah.


DKI Masih Bimbang Putuskan Penutupan Tempat Wisata Saat Libur Lebaran
Petugas menyemprotkan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Selasa (17/03/2020). Penyemprotan dilakukan saat Kebun Binatang Ragunan ditutup untuk umum yang dimulai sejak 14-29 Maret mendatang. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengambil keputusan soal penutupan tempat wisata di Ibu Kota pada libur lebaran nanti. Saat ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta masih membahas hal ini.  

Tempat wisata di Jakarta diperkirakan bakal diserbu pengunjung pada libur lebaran nanti mengingat adanya larangan mudik dari Pemerintah.

"Ini lagi dibahas dikoordinasikan ya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kabid Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Dedi Sumardi ketika dikonfirmasi Jumat (7/5/2021).

Dedi mengaku desakan menutup tempat wisata juga sudah diterima pihaknya dari Polda Metro Jaya dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.

Kata dia, pihak kepolisian juga khawatir terjadi penumpukan orang kendati tempat wisata yang dibuka saat ini sudah memangkas jumlah pengunjung hingga 50 persen. Permintaan Polda masih ditindaklanjuti DKI.

"Pak kapolda minta ditutup. tentunya saya sudah lapor ke pak kadis," tuturnya.

Meski belum ada keputusan resmi, namun Dedi mengatakan, pihaknya sudah punya opsi penutupan tempat wisata di Jakarta, penutupan kata dia kemungkinan besar hanya dilakukan dua hari yakni pada lebaran pertama dan kedua.

"Hari raya kan dua hari biasanya, hari pertama kedua kan, itu nanti (yang akan ditutup) itu mungkin informasi sementara itu," ucapnya.

Tempat wisata di DKI Jakarta sudah dibuka Gubernur Anies Baswedan pada Maret 2021 lalu setelah setahun tutup gara-gara Covid-19

Pembukaan tempat wisata ini menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah membatasi jumlah pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas tempat wisata, kemudian kelompok masyarakat rentan seperti anak-anak dan masyarakat lanjut usia juga dilarang masuk.

Walau begitu banyak pihak pesimis jika protol kesehatan itu bisa dijalankan dengan baik pada saat libur lebaran nanti.

Menurut Politisi PAN DPRD DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah peraturan pembatasan pengunjung hingga 50 persen itu masih terlampau rawan memicu kerumunan.

Lebih baik jumlah maksimum pengunjung itu kembali dikurangi untuk meminimalkan resiko yang berimbas pada kenaikan kasus pasca libur lebaran nanti.

“Karena di momen-momen tertentu pemberlakuan kapasitas 50 persen masih menimbulkan keramaian dan kerumunan. Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata tetapi kapasitas pengujungnya dikurangi menjadi 25-30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman dan bisa memaksimalkan protokol kesehatan soal jaga jarak," tuturnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co