News

DKI Kekurangan Nakes, Anies Baswedan Latih Relawan untuk Penanganan Pasien COVID-19

Anies Baswedan melatih tenaga relawan untuk menangani pasien COVID-19 karena kekurangan tenaga kesehatan.


DKI Kekurangan Nakes, Anies Baswedan Latih Relawan untuk Penanganan Pasien COVID-19
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook/Anies Baswedan)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kekurangan tenaga medis seiring melonjaknya jumlah pasien COVID-19 di Ibu Kota. Gubernur Anies Baswedan bahkan sempat meminta bantuan tambahan tenaga medis ke Provinsi Banten, namun ditolak lantaran mereka juga kekurangan tenaga kesehatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya sekarang ini sedang melatih tenaga relawan untuk menangani pasien penyakit menular itu. Mengingat kondisi darurat seperti ini tak bisa dibiarkan hingga berlarut-larut sementara lonjakan kasus belum mampu diredam.

"Semua kan kebutuhan nakes tidak bisa diciptakan dengan cepat kalau dokter kan.Tapi kan sukarelawan juga bisa, tenaga-tenaga sukarelawan yang nanti ditraining, dilatih itu nanti disiapkan," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/6/2021).

Tercatat DKI Jakarta saat ini membutuhkan 2.156 tenaga medis profesional yang akan di tempatkan di 140 rumah sakit rujukan COVID-19. Seluruh rumah sakit itu dalam kondisi kritis, fasilitas kesehatan nyaris penuh bahkan beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah dinyatakan penuh hingga pasien dirawat di tenda-tenda dan selasar rumah sakit.

Supaya tenaga kesehatan ini lebih fokus menangani pasien corona, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sampai mengerahkan tenaga dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya untuk membantu tenaga kesehatan. Mereka mengerjakan pekerjaan non medis, seperti membungkus obat-obatan, memindahkan atau mengangkut tabung oksigen hingga mengurus jenazah pasien corona.

Ariza mengaku, dalam situasi seperti sekarang ini, semua dokter sudah dikerahkan. Kekurangan tenaga medis, kata dia, tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi hampir terjadi di seluruh provinsi di Indonesia.

"Dokter yang ada di seluruh Indonesia pasti sudah dikerahkan oleh Kementerian Kesehatan, sudah dibagi ke seluruh provinsi, habis ya," tuturnya.

Tidak hanya krisis tenaga kesehatan, politisi Partai Gerindra ini mengaku pihaknya juga terus mengupayakan penambahan fasilitas kesehatan di seluruh rumah sakit rujukan. Ruangan rumah sakit yang tidak terpakai seperti aula rumah sakit sudah disulap menjadi kamar perawatan pasien yang terpapar corona.

 "Jadi semuanya akan kita tambah. Rumah sakit rujukan, okupansi daripada tempat tidur RS ditingkatkan, kemudian juga nakes, ruang ICU, semuanya. Lab," ucapnya.

Ledakan corona gelombang kedua ini  membuat kondisi Jakarta semakin genting,  jumlah kasus harian wabah ini selama sepekan belakangan terus meroket di atas 5.000 kasus, dengan kisaran pasien mulai dari 7.000, 8.000, dan 9.000. Dengan jumlah yang terus melonjak, persediaan obat-obatan juga ikut menipis. Bahkan persediaan oksigen di bagi pasien gejala berat habis.

"Vitamin, obat-obatan  masker semuanya ditingkatkan," tandasnya.

Demi menekan lonjakan kasus yang kian menggila, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.  Gubernur Anies Baswedan sudah mengadakan rapat bareng sejumlah menteri pada Selasa (29/6/2021) kemarin. Rencananya rapat kembali digelar hari ini, dan detail penerapan PPKM Darurat ini bakal segera diumumkan.[]