Olahraga

Djokovic: Saya tak Janji tak Ulangi Kesalahan


Djokovic: Saya tak Janji tak Ulangi Kesalahan
Petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic, dalam sesi latihan di Roma, Italia, 14 September 2020. (REUTERS/Clive Brunskill)

AKURAT.CO, Selepas tersingkir dari AS Terbuka 2020 karena dianggap melakukan pelanggaran etis, Novak Djokovic langsung terbang ke Roma, Italia, untuk Italia Terbuka 2020. Di kota itu, Djokovic menyampaikan pandangannya tentang hukuman yang diterimanya di AS Terbuka akibat melempar bola yang mengenai salah seorang hakim garis.

“Saya tidak bisa berjanji atau menjamin bahwa saya tidak akan pernah melakukan sesuatu yang mirip dengan (melempar bola di AS Terbuka) itu dalam hidup saya,” kata Djokovic dalam konferensi pers di Roma, Senin (14/9), sebagaimana dipetik dari Reuters.

“Saya berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri saya di dalam dan di luar lapangan dan saya paham bahwa (amarah) saya sudah meledak dan ini adalah jenis kepribadian dan tipikal pemain yang selalu saya bawa.”

Insiden yang terjadi ketika Djokovic menghadapi petenis Spanyol, Pablo Carreno Buesta, di perempat final AS Terbuka di New York itu membuat Djokovic kehilangan peluang meraih gelar ke-18 dab hadiah sebesar US$250 ribu. Petenis asal Serbia itu juga sadar dengan perdebatan tentang hukuman yang diterimanya.

“Ada banyak spekulasi tentang apakah saya layak (dengan hukuman tersebut). Saya menerimanya, saya bangkit. Tentu saja saya tidak melupakannya, saya tidak berpikir bahwa saya bakal melupakan hal tersebut,” tutur Djokovic.

“Saya bakal menyimpan ini sedalam mungkin untuk saya sebagai sebuah pelajaran besar.”

Anggapan lain dalam hukuman di New York tersebut adalah karena Djokovic terlalu banyak memikirkan hal-hal lain di luar lapangan. Di antaranya adalah aksinya untuk membentuk asosiasi pemain yang lepas dari organisasi yang selama ini menaungi atlet profesional putra (ATP) dengan alasan demi kesetaraan bayaran turnamen.

Sisi lain dari sanksi yang menimpa Djokovic di AS Terbuka adalah petenis berusia 33 tahun tersebut memiliki waktu untuk berkumpul lebih cepat di Roma. Ia juga masih menjadi favorit juara di turnamen grand slam Prancis Terbuka yang akan digelar di Paris, Prancis, bulan ini.

“Sangat baik rasanya saya menjalani turnamen sepekan atau sepuluh hari setelah (insiden di New York) karena saya merasa lebihcepat saya kembali ke kondisi kompetisi semakin cepat pula saya mengatasi memori dan memprogram ulangnya. Saya berharap yang terbaik,” kata Djokovic.[]