Olahraga

Djokovic Mengaku Terganggu dengan Kritik selama di Australia

Nick Kyrgios adalah salah satu petenis yang mengkritik Novak Djokovic soal surat rekomendasi fasilitas dan aturan karantina di Australia Terbuka 2021.


Djokovic Mengaku Terganggu dengan Kritik selama di Australia
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, bersama trofi Australia Terbuka di Australia, Senin (22/2). (TWITTER/Australia Terbuka)

AKURAT.CO, Petenis ranking satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic, mengaku bahwa kritik yang menderanya dalam periode Australia Terbuka 2021 cukup menyakitkan. Namun, Djokovic membalas kritik tersebut dengan meraih gelar juara Australia Terbuka dengan mengalahkan Daniil Medvedev di Melbourne, Minggu (21/2).

“Tentu saja, (kritik) itu menyakitkan. Saya manusia biasa seperti yang lain. Saya punya emosi. Saya tidak nyaman ketika seseorang menyerang saya di media secara terbuka dan hal-hal seperti itu. Saya tidak bisa bilang saya tidak peduli tentang itu. Tentu saja, itu (mengganggu), saya harus jujur,” ucap Djokovic sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya tidak membiarkan itu menghalangi penampilan saya. Menurut saya memenangi gelar adalah cara saya menjawabnya. Saya rasa saya menumbuhkan ‘kulit tipis’ beberapa tahun ini hanya untuk menghindari hal-hal itu dan (kini) fokus pada apa yang paling penting bagi saya.”

Djokovic menjadi sasaran kritik di masa karantina petenis sebelum Australia Terbuka dihelat pada 8 Februari silam. Sejumlah petenis, seperti wakil tuan rumah, Nick Kyrgios, menuding Djokovic menjadi “alat” Federasi Tenis Australia karena menulis surat berisi daftar fasilitas dan aturan yang melonggarkan karantina.

Nole–sapaan Djokovic–menyampaikan hal tersebut setelah sejumlah atlet yang menumpang pesawat di mana penumpangnya dinyatakan positif virus corona (COVID-19) menjalani karantina yang lebih ketat dari atlet lainnya.

Hal ini menjadi sasaran cemoohan para petenis yang terkena karantina itu karena tak mendapat jatah latihan selama lima hari per jam. Sementara itu, Djokovic termasuk salah satu petenis yang tidak wajib menjalani aturan ketat tersebut dan berada di Adelaide bersama petenis elite sementara mayoritas yang lain tinggal di Melbourne.

“Seperti tidak adil orang-orang yang mengkritik dan menghakimi tanpa memeriksa sebelumnya. Tetapi, seperti yang pernah saya katakan, ini bukan benar-benar yang pertama. Ini terjadi seringkali dalam hidup, dalam karier saya. Ini mungkin bukan yang terakhir,” kata Djokovic.

Kemenangan di Australia menambah koleksi grand slam Djokovic menjadi 18. Jumlah itu hanya berselisih dua gelar dari dua rivalnya yang kini memegang rekor jumlah trofi, Roger Federer dan Rafael Nadal.

“Roger dan Rafa menginspirasi saya. Itu sesuatu yang sudah saya katakan sebelumnya. Saya akan mengatakannya lagi. Maksud saya, selama mereka masih berangkat (bermain), saya juga bakal berangkat,” ucap Djokovic.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu