Olahraga

Djokovic Didiskualifikasi, AS Terbuka akan Lahirkan Juara Grand Slam Baru


Djokovic Didiskualifikasi, AS Terbuka akan Lahirkan Juara Grand Slam Baru
Novak Djokovic berdiskusi dengan ofisial turnamen setelah bola lemparannya mengenai hakim garis pada pertandingan babak keempat Amerika Serikat Terbuka 2020 melawan Pablo Carreno Busta di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Minggu (6/9) waktu setempat (REUTERS/Danielle Parhizkaran)

AKURAT.CO, Unggulan pertama Amerika Serikat Terbuka 2020, Novak Djokovic harus didiskualifikasi dari kejuaraan setelah bola lemparannya mengenai leher hakim garis ketika ia menghadapi Pablo Carreno Busta di Flushing Meadows, New York, AS, Minggu (6/9) waktu setempat.

Keluarnya Djokovic setidaknya menghilangkan hambatan besar bagi Denis Shapovalov karena petenis asal Serbia itu kemungkinan akan jadi lawannya di perempat final.

"Jelas dengan beberapa pemain papan atas absen, undian itu membuat semua orang memiliki peluang, sehingga Anda bisa melihat banyak pemain baru yang biasanya tidak dilihat oleh penggemar," kata Shapovalov dikutip Reuters.

"Sungguh luar biasa olahraga ini memiliki juara Grand Slam baru, semakin membosankan dengan tiga orang ini (Federer, Nadal, Djokovic) memenangkan setiap turnamen."

Sebagai gantinya, Shapovalov akan melawan Pablo Carreno Busta untuk memperebutkan tempat di semifinal. Petenis 21 tahun itu mencapai perempat final Grand Slam pertamanya dengan kemenangan 6-7, 6-3, 6-4, 6-3 atas unggulan ketujuh, David Goffin.

Dengan Roger Federer dan Rafael Nadal (dua anggota dari Big Three lainnya) absen, dan tidak ada juara Grand Slam lain yang tersisa dalam undian. Turnamen yang berlangsung di Flushing Meadows ini dipastikan akan menobatkan juara utama baru untuk pertama kalinya.

Pun begitu, Shapovalov juga bersimpati kepada petenis peringkat satu dunia tersebut. Terlebih, ia juga pernah berada dalam Djokovic ketika tampil di pertandingan Piala Davis 2017 saat bola lemparannya mengenai wajah wasit Arnaud Gabas.

"Ini sangat disayangkan untuk semua orang. Maksud saya, saya pernah mengalami situasi itu, jadi saya tahu persis bagaimana perasaan Novak," jelas Shapovalov.

"Tentu saja dia tidak berniat melakukan itu kepada hakim garis wanita itu. Syukurlah dia baik-baik saja. Itu bisa berakhir dengan sangat, sangat buruk. Tapi itu sangat, sangat tidak beruntung juga."[]