Olahraga

Djokovic dan Tekanan Puncak Dunia di New York


Djokovic dan Tekanan Puncak Dunia di New York
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, saat meninggalkan lapangan setelah didiskualifikasi dari babak 16 besar AS Terbuka 2020 karena melempar bola yang mengenai hakim garis di New York, Amerika Serikat, Minggu (6/9). (REUTERS/Danielle Parhizkaran)

AKURAT.CO, Tindakan Novak Djokovic melempar bola yang akhirnya mengenai seorang hakim garis di laga babak 16 besar Amerika Serikat 2020 menjadi pembicaraan yang menimbulkan sejumlah analisis tentang kejiwaan petenis elite. Djokovic, ketika mengalami hal tersebut, sedang berada di puncak dunia.

Insiden yang terjadi di Flushing Meadows, New York, Amerika Serikat, Minggu (6/9), tersebut membuat Djokovic kehilangan peluang untuk memperpanjang catatan 26 pertandingan tanpa terkalahkan. Petenis asal Serbia juga kehilangan peluang untuk merebut gelar grand slam ke-18 mengejar 19 gelar Rafael Nadal dan reko 20 trofi milik Roger Federer.

Pelatih Serena Williams, Patrick Mouratoglou, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Djokovic adalah gambaran tekanan yang dihadapi sang petenis dalam statusnya sebagai petenis ranking satu dunia saat ini. Selain itu, banyaknya aktifitas Djokovic di luar lapangan berdampak pada keadaan mentalnya di lapangan.

Sebelum AS Terbuka, Djokovic telah menginisiasi laga amal Adria Tour di negara-negara Balkan pada Juni lalu. Turnamen tersebut mendapat kritik karena penularan virus corona (COVID-19) di mana Djokovic sendiri termasuk salah satu orang yang terpapar karenanya.

Djokovic juga melakukan gerakan politik dengan membentuk asosiasi pemain di luar organisasi yang menaungi petenis putra selama ini, ATP. Dengan tujuan untuk memberikan kekuasaan lebih kepada pemain dalam hal bayaran turnamen, aksi Djokovic juga ditentang oleh Nadal dan Federer.

“Dimulai dengan asosiasi pemain dan kampanye untuk meyakinkan para pemain untuk menjadi bagiannya adalah kerja penuh waktu dan banyak tekanan ekstra. Tidak seorang pun bisa kehilangan fokus selama (grand slam),” cuit Mouratoglou.

Legenda tenis AS, John McEnroe, punya pendapat yang tak jauh berbeda dengan Mouratoglou. Berkaca pada pengalamannya sendiri yang sering berselisih dengan perangkat pertandingan semasa karirnya, McEnroe menyarankan Djokovic untuk bersiap menerima citra “bandel” di sisa karirnya.

“Tekanan telah mencapainya (Djokovic). Menurut saya dia terlalu banyak berada di luar lapangan. Itu jelas memengaruhi dia dan suka atau tidak, dia akan menjadi ‘bad guy’ untuk sisa karirnya,” ucap McEnroe.