News

Djoko Tjandra Nangis, Jaksa Berikan Tisu di Persidangan Pinangki

Djoko Tjandra tiba-tiba menangis saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara suap dan gratifikasi yang menjerat jaksa Pinangki.


Djoko Tjandra Nangis, Jaksa Berikan Tisu di Persidangan Pinangki
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020). Djoko Tjandra berhasil ditangkap setelah buron selama sebelas tahun mulai dari 2009 hingga 2020 usai divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

AKURAT.CO, Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra alias Djoko Tjandra tiba-tiba menangis saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara suap dan gratifikasi yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari. 

Djoko yang juga terdakwa dalam perkara pengurusan fatwa MA, tak kuasa menahan tangis saat menjelaskan soal rencana pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan Pinangki bersama Andi Irfan Jaya dan Anita Kolopaking agar tidak menjalani eksekusi hukuman dua tahun penjara dalam perkara korupsi hak tagih Bank Bali. 

"Pada 25 November, seminggu kemudian Pinangki bersama Andi Irfan Jaya dan Anita Kolopaking kembali lagi ke kantor saya. Disitu Andi memperkanlkan sebagai konsultan dengan Anita. Untuk itu saya katakan silakan saya dengan senang hati asalkan ada solusi," kata Djoko sambil menahan tangis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/11/2020).

"Karena saya ingin proses PK saya dan masalah ini (belum selesai) 20 tahun," sambungnya. 

Penjelasan Djoko dalam kesaksian tiba-tiba berhenti sejenak. Kemudian salah seorang jaksa memberikan tisu kepada Djoko Tjandra. Tak luput majelis hakim ikut berkomentar saat jaksa menyodorkan tisu. 

"Sabar dulu ya jaksa, ada tisu?," ucap Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto.

Salah seorang jaksa perempuan lalu menyodorkan tisu kepada Djoko.

Djoko menjelaskan, Pinangki bersama Rahmat dan Anita menemui dirinya di the Exchange 106 Kuala Lumpur pada 19 November 2019. Djoko lantas meminta Anita untuk membantu mengurus perkara korupsi hak tagih bank Bali yang telah menghukum 2 tahun penjara. 

"Saya di situ menunjuk Anita Kolopaking sebagai pengacara, dan memberikan kuasa kepadanya untuk bertindak bagi kepentingan saya," tutur Djoko.