News

DIY Klaim Nol Kasus Penularan Covid-19 Selama Sebulan PTM Terbatas SMA/SMK

DIY Klaim Nol Kasus Penularan Covid-19 Selama Sebulan PTM Terbatas SMA/SMKAkurat


DIY Klaim Nol Kasus Penularan Covid-19 Selama Sebulan PTM Terbatas SMA/SMK
Ilustrasi virus corona (Pixabay/@Tumisu)

AKURAT.CO, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengklaim belum ada laporan kasus penularan Covid-19 sepanjang sebulan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas jenjang SMA/SMK di wilayahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengklaim belum ada laporan kasus penularan Covid-19 dari satuan pendidikan yang menyelenggarakan uji percontohan PTM terbatas.

"Pembukaan PTM sampai saat ini terhadap kekhawatiran muncul klaster (Covid-19) baru itu belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi," kata Didik saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Didik menyebut pelaksanaan uji percontohan PTM terbatas untuk hampir 396 SMA/SMK dan 5 SLB berjalan relatif lancar sejak dimulai 20 September 2021 lalu.

"Waktu itu sebenarnya sekolah-sekolah sedang mengadakan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang dirancang online. Tapi ada juga yang tatap muka, karena sebenarnya sekolah saat itu sudah boleh PTM terbatas. Namun rata-rata sekolah baru tatap muka itu baru 4 Oktober," papar Didik.

Disdikpora berharap, berkaca pada capaian ini plus turunnya status PPKM untuk kabupaten/kota se-DIY ke level 2, maka PTM terbatas bisa diperluas ke sekolah-sekolah yang siap secara pelaksanaan protokol kesehatan.

Pihaknya juga berencana menambah jam pertemuan para siswa jika memungkinkan. Kebijakan yang diambil, kata Didik, tentunya akan selalu mengacu pada Instruksi Mendagri dan Instruksi Gubernur DIY.

"Saat ini (kapasitas maksimal) 50 persen, kita harapkan bisa lebih ke depan. Tapi saya kira (PPKM) level 3 dan level 2 masih 50 persen kapasitas," ujar Didik.

Bagaimanapun, pihaknya tetap mengantisipasi kejadian penularan Covid-19 lewat pasien tanpa gejala atau OTG. Oleh karenanya, skrining kesehatan dengan metode sampling telah disiapkan bersama jajaran Dinas Kesehatan.

"Kita rencanakan skrining pada beberapa sekolah. Kita rencanakan ambil 10 persen dari setiap sekolah. Pakai antigen atau PCR kami serahkan ke dinkes," tandasnya. []