News

Diusir Militer dari Kantor, Dubes Myanmar di Inggris Sebut Kedutaan 'Dikudeta'

Duta Besar (Dubes) Myanmar untuk Inggris mengaku telah dipecat secara sepihak dari kantor kedutaannya di Mayfair, London.


Diusir Militer dari Kantor, Dubes Myanmar di Inggris Sebut Kedutaan 'Dikudeta'
Kyaw Zwar Minn tidak berhasil memasuki gedung kedutaan Myanmar di Mayfair karena dikunci

AKURAT.CO, Duta Besar (Dubes) Myanmar untuk Inggris mengaku telah dipecat secara sepihak dari kantor kedutaannya di Mayfair, London.

Mengutip BBC hingga The Guardian, insiden yang menimpa Dubes Kyaw Zwar Minn itu terjadi pada Rabu (7/4) waktu setempat.

Saat itu, Kyaw Zwar Minn yang hendak masuk ke kantor justru dibuat kecewa karena gedung kedutaan ternyata digembok dari dalam.

Di berbagai foto yang beredar, terlihat pula dengan jelas bagaimana Kyaw Zwar Minn mencoba membuka pintu yang tertutup. Sementara di sampingnya terlihat polisi London berdiri menemaninya di luar kedutaan.

Hingga kini, belum jelas apa yang menjadi alasan Kyaw Zwar Minn diusir dari kantornya sendiri. Pun, junta belum memberikan komentarnya soal masalah ini.

Namun, menurut Kyaw Zwar Minn, aksi penutupan kedutaan ini adalah sebuah bentuk kudeta militer kepadanya. Mengingat, saat itu, Kyaw Zwar Minn juga diberi tahu atase militer bahwa ia tidak lagi menjabat sebagai perwakilan Myanmar.

Selain itu, para staf lain juga telah diminta untuk meninggalkan gedung oleh atase militer Myanmar.

"Saya dikunci di luar.

"Ini gedung saya, saya harus masuk ke dalam. Itu sebabnya saya menunggu di sini.

"Ini semacam kudeta, di tengah London… Anda dapat melihat bahwa mereka menempati gedung saya," kata Kyaw Zwar Minn yang kemudian berbicara kepada para pengunjuk rasa di jalanan luar gedung kedutaan.

Sesaat setelahnya, Kyaw Zwar Minn pun mengaku akan segera mengadukan masalahnya kepada Kantor Luar Negeri Inggris. Meski begitu, sampai saat ini, Kantor Luar Negeri Inggris belum kunjung memberikan tanggapan.

PA MEDIA via BBC



Sementara itu, empat sumber diplomatik yang mengetahui masalah ini telah membocorkan informasi terkait dengan penguncian gedung.

Keempatnya lantas mengungkap bahwa pihak yang mengunci Kyaw Zwar Minn tidak lain adalah Wakil Duta Besar Chit Win dan para atase militer. Disebutkan pula bagaimana saat insiden terjadi itu, Chit Win telah dipasrahi untuk mengambil alih jabatan.

"Wakil duta besar Chit Win telah mengambil alih sebagai kuasa hukum di London," lapor Reuters mengutip para diplomat yang mengetahui masalah tersebut.

Kyaw Zwar Minn sendiri memang diketahui pernah ikut menyerukan pembebasan pemimpin sipil Aung Suu Kyi yang digulingkan. Pada Maret lalu, selain mendesak pembebasan Suu Kyi, Kyaw Zwar Minn juga kedapatan mengkritik kudeta yang diluncurkan junta.

Kepada BBC, Kyaw Zwar Minn bahkan berani mengatakan bagaimana Myanmar akan 'terpecah belah' dan berisiko mengalami perang saudara.

Namun, Kyaw Zwar Minn juga menegaskan bahwa pernyataannya itu bukanlah bentuk pengkhianatan kepada negara. Ia juga menambahkan bahwa ia hanya mencoba berdiri di 'tengah-tengah'.

Karena pernyataan itu, Kyaw Zwar Minn pun sempat dipuji oleh Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri Inggris, Dominic Raab. Raab memberi apresiasi karena Kyaw Zwar Minn dianggap sebagai orang yang 'berani serta patriot'.

Militer Myanmar merebut kekuasaan di negara itu setelah menggulingkan pemerintah sipil dan menyatakan keadaan darurat pada 1 Februari lalu.

Beberapa hari kemudian, gerakan protes mulai muncul, yang dengan cepat menyedot ratusan ribu orang untuk mengambil bagian dalam aksi pembangkangan sipil.

Namun, aksi protes itu pada akhirnya ditangggapi dengan kekerasan dari junta di mana kini hampir 600 orang tewas terbunuh.

Mengikuti situasi kacau tersebut, banyak negara langsung mendesak dihentikannya kekerasan terhadap warga sipil. Salah satunya adalah Inggris yang juga ikut mengganjar sanksi kepada para anggota militer Myanmar dan beberapa kepentingan bisnisnya.[]

baca juga:

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first