News

Diundang ke Istana, Tompi Beri Masukan ke Presiden Jokowi Soal Penanganan Covid-19


Diundang ke Istana, Tompi Beri Masukan ke Presiden Jokowi Soal Penanganan Covid-19
Musisi Tompi (Instagram/dr_tompi)

AKURAT.CO, Dokter Tompi mengabadikan momentum ketika diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo di akun Istagramnya @dr_tompi pada Selasa (14/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Tompi mengaku menyampaikan beberapa masukan ke Presiden Jokowi. Salah satu hal tentang penanganan pendemi virus corona atau Covid-19.

Pertama, "Kebijakan rapid test saja (antibody based) untuk tidak dijadikan protokol deteksi COVID-19, saya sudah jabarkan WHY-nya saat itu, kecuali rapid test antigen based dan diperkuat dengan modalitas lain. Jadi tidak sebagai single modalitas," ujar Tompi.

Kedua, pentingnya fungsi pengawasan aparat di keseharian untuk menegur dengan cara sopan masyarakat yang lalai atau lupa menjalankan protokol kesehatan.

"Aparat perlu disebar merata dan berasa kehadirannya. Ketiga, mempertimbangkan penggunaan CT Scan thoraks low dose untuk diagnostik calon penumpang pesawat. Langkah ini mungkin Mahal dan ribet karena memerlukan instalasi mesin CT scan tersebut di bandara-bandara. Namun ini salah satu upaya yang mungkin dilakukan dan memberikan hasil yang segera," katanya.

Menurutnya, rapid test ini bisa dikombinasikan sebagai pelengkap. Selain tim medis yang siaga untuk menilai keadaan umum calon penumpang. Sebab mencegah penularan dalam 1 pesawat ini sangat penting karena yang tertular bisa meluas ke daerah-daerah lain.

"Kebijakan terhadap pembatasan quita penumpang transportasi massal perlu diselaraskan dengan distribusi jam kerja sehingga mencegah massa menumpuk ngantri, ini akan jadi masalah lagi," tuturnya.

"Demikian hal-hal yang saya sampaikan, mungkin tidak komplit. Tapi semoga bermanfaat," sambungnya.

Sebagai pengingat, Presiden Jokowi sempat mengundang sejumlah artis ke Istana Negara pada Selasa (14/7/2020).

Para artis yang diundang di antaranya Tompi, Andre Taulany, Butet Kertaredjasa, Cak Lontong, Yovie Widianto, Yuni Shara, Raffi Ahmad, Ari Lasso, Desta, Anji, Gading Marten, dan Once.[]

Lihat postingan ini di Instagram

Pada pertemuan siang itu sy menyampikan bbrp masukan kepada Bapak Presiden @jokowi : - kebijakan RAPID TEST SAJA (antibody based) utk TDK dijadikan protokol deteksi COVID 19 : sy sudah jabarkan WHY ny saat itu, kecuali rapid test antigen based dan diperkuat dengan modalitas lain. Jd tdk sebagai single modalitas - pentingnya fungsi pengawasan aparat di keseharian utk menegur dengan cara sopan masyarakat yg lalai/lupa menjalankan protokol kesehatan ... aparat perludisebar merata dan berasa kehadirannya. - mempertimbangkan penggunaaan CT Scan thoraks low dose utk diagnostik calon penumoang pesawat. Langkah ini mungkin Mahal dan ribet krn memerlukan instalasi mesin CT scan tersebut di bandara2 namun ini salah satu upaya yg mungkin dilakukan dan memberikan hasil yg segera. Dalam hal ini , rapid test bs dikombinasikan sebagai pelengkap. Selain tim medis yg siaga utk menilai keadaan umum calon penumpang. Mencegah penularan dlm 1 peswat ini sangat penting, krn yg tertular bs meluas ke daerah2 lain - kebijakan terhadap pembatasan quita penumpang transportasi massal perlu diselaraskan dengan distribusi jam kerja sehingga mencegah massa menumpuk ngantri , ini akan jadi masalah lgi. Demikian hal2 yg saya sampaikan, mungkin tdk komplit... tapi semoga bermamfaat

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr tompi (@dr_tompi) pada