News

Diundang Acara Jokpro 2024 Tapi Tak Datang, Ini Pendapat Ferdinand Hutahaean

"Kita lihat saja ke depan, bagi saya ini hanyalah sebuah aspirasi biasa," kata Ferdinand.


Diundang Acara Jokpro 2024 Tapi Tak Datang, Ini Pendapat Ferdinand Hutahaean
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan tidak ada pelanggaran dalam komunitas Jokpro 2024 secara hukum, baik terhadap Undang-Undang maupun terhadap Konstitusi.

"Betul konstitusi kita menyatakan masa jabatan Presiden dan Wapres hanya boleh 2 periode. Maka yang sah sampai saat ini adalah 2 periode. Tapi yang dilakukan oleh Qodari dkk bukanlah melawan atau melanggar Konstitusi, tapi ini bentuk aspirasi yang harus kita hormati," ujar Ferdinand saat dihubungi AKURAT.CO pada Minggu (20/6/2021).

Ferdinand mengakui bahwa dirinya seharusnya juga hadir disana karena diundang oleh Ketua Jokpro Baron. Namun, ia berhalangan hadir.

"Ya sebetulnya saya pun kemarin diundang oleh Ketua JokPro pak Baron, tapi saya berhalangan hadir dengan alasan pribadi," ungkapnya.

Secara pribadi, ia mengaku tak ingin melihatnya dari sisi aturan, karena aturan itu menurutnya bisa berubah dan diubah sesuai tuntutan zaman dan kehendak aspirasi rakyat.

"Saya lebih ingin melihat upaya ini dari sisi keinginan rakyat. Pertanyaan yang belum terjawab adalah sejauh mana saat ini rakyat menginginkan Jokowi 3 periode? Jadi menurut saya, tak perlu Qodari dkk dicela. Biarkan aspirasinya disampaikan," kata dia.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini, tidak ada yang luar biasa dari aksi Qodari Cs karena ini bentuk penyaluran aspirasi masyarakat yang sah-sah saja dilakukan.

"Kita lihat saja ke depan, bagi saya ini hanyalah sebuah aspirasi biasa, tak perlu ditanggapi berlebih, ini tak ada bedanya dengan yang menginginkan calon lain," tuturnya.

Kata dia, aspirasi ini akan mati dengan sendirinya bila ternyata rakyat tak menghendaki, dan sebaliknya.