Ekonomi

Dituduh Bayar Upah Rendah, Ini 5 Fakta Menarik Platform E-Commerce Shopee

Startup asal Singapura tersebut dituduh memberi upah yang sangat rendah ke sejumlah kurir pengantaran


Dituduh Bayar Upah Rendah, Ini 5 Fakta Menarik Platform E-Commerce Shopee
Fakta penting Shopee (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Shopee merupakan perusahaan e-commerce yang menjadi salah satu pilihan utama para pelanggan dalam berbelanja online. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Shopee diterpa kabar miring. Startup asal Singapura tersebut dituduh memberi upah yang sangat rendah ke sejumlah kurir pengantaran.

Meski begitu, Shopee kini masih tetap menjadi pemain utama dalam perkembangan dunia e-commerce di Asia Tenggara.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait Shopee.

1. Anak perusahaan dari Sea Limited

Garena adalah cikal bakal dari platform e-commerce Shopee. Awalnya, seorang warga negara Singapura bernama Forrest Li mendirikan sebuah platform publisis dan pengembang game, Garena. Namun, kemudian Garena diubah namanya menjadi Sea Limited sebagai induk perusahaan sedangkan Garena tetap menjadi brand tersendiri. Sedangkan Shopee dikembangkan oleh Forrest Li yang telah mendirikan Garena dan Sea Group.

2. Dikembangkan pada tahun 2015

Pada saat pertama kali dirilis pada tahun 2015 silam di Singapura, Shopee adalah platform dengan sistem consumer to consumer atau C2C. Namun, seiring berjalannya waktu, sistem tersebut diubah menjadi hibrid C2C dan B2C (business to consumer). Sistem tersebut diubah semenjak Shopee merilis platform toko daring bagi sejumlah brand ternama di platformnya.

3. Didirikan oleh mantan petinggi Lazada

Forrest Li sebagai pendiri perusahaan Garena bekerja sama dengan seorang pebisnis lainnya bersama Chris Feng dalam mendirikan Shopee. Sebelumnya, Chris Feng memiliki peran penting dalam marketplace Zalora dan Lazada. Kini, Chris Feng menjabat sebagai CEO dari Shopee. Sedangkan Forrest Li adalah salah satu pemegang saham terbesar dari Sea Limited.