Tech

Dituding Monopoli Play Store, Google Digugat Negara Bagian AS

Google digugat dengan tudingan tindakan monopoli


Dituding Monopoli Play Store, Google Digugat Negara Bagian AS
Game Di Google Play Store (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Belum usai perselisihan antara Apple dan Epic Games, toko aplikasi besar lainnya kini juga segera mendapat sorotan hukum. Google dilaporkan digugat dengan tudingan tindakan monopoli.

Dilansir dari Slash Gear, Sabtu (10/7), sebanyak 36 negara bagian di Amerika Serikat akhirnya mengajukan pengaduan. Dalam gugatannya itu, kelompok tersebut menuduh Google menggunakan kekuatannya untuk mengenakan pajak 30% dari pengembang di Google Play Store.

Pemotongan 30% yang diterapkan Google pada toko aplikasinya itu memang telah menjadi sorotan dengan banyak kontroversi. Google bahkan tak segan melakukan tindakan hukum selama beberapa tahun terakhir kepada para pengembang yang tidak menaati peraturan mereka.

"Google memanfaatkan kekuatan monopolinya dengan Android untuk secara tidak sah mempertahankan monopolinya di pasar distribusi aplikasi Android," bunyi gugatan itu, dikutip dari Reuters.

Pada dasarnya, kebijakan seperti itulah yang membuat Epic Games misalnya membuat langkah berani untuk mencoba memotong biaya tersebut pada game Fortnite di  pembelian aplikasinya.

Hal tersebut lantas memicu serangkaian peristiwa yang berujung saling perang hukum di pengadilan.  

Menurut gugatan ini, Google menggunakan posisi dan sumber dayanya untuk membayar produsen seperti Samsung dari mengembangkan toko aplikasi pesaing. Praktik ini diduga juga bertujuan untuk membayar pengembang mencegah mereka mendistribusikan aplikasi Android mereka di tempat lain selain Google Play Store. 

Situasi tersebut menyebabkan harga yang digabungkan untuk konsumen yang membeli aplikasi, menurut jaksa agung negara bagian.

Satu perbedaan penting antara situasi Apple dan Google adalah bahwa Google Play Store bukan satu-satunya toko aplikasi yang tersedia. Kehadiran Amazon Appstore dan Samsung Galaxy Store sendiri, dan kemampuan untuk melakukan sideload aplikasi di Android dapat sedikit melemahkan kasus negara bagian.

Sementara itu, tuduhan tentang monopoli Google Play Store berawal dari penyelidikan yang melibatkan hampir setiap negara bagian AS. Penyelidikan ini dimulai pada September 2019 lalu dan telah menghasilkan tiga tuntutan hukum lainnya terhadap perusahaan.

Google sendiri dikabarkan telah merespons gugatan yang dilayangkan terhadap perusahaannya. Google mengklaim bahwa gugatan ini ada karena adanya kelompok pengembang aplikasi besar yang menginginkan perlakuan istimewa ketimbang membantu usaha kecil atau konsumen.