News

Dituding Minta Saham Freeport ke Luhut, Begini Jawaban Haris Azhar

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar memberikan tanggapan terkait dirinya yang dituding meminta saham Freeport ke Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.


Dituding Minta Saham Freeport ke Luhut, Begini Jawaban Haris Azhar
Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar, saat ditemui usai diskusi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar memberikan tanggapan terkait dirinya yang dituding meminta saham Freeport kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Haris menegaskan, tudingan itu tidak benar. Adapun dirinya hanya bertugas mengadvokasi terhadap sebagian saham Freeport untuk masyarakat dan Papua.

"Enggak benarlah. Pertama itu informasi tidak tepat. Saya kerja sebagai lawyer-nya masyarakat ada di sekitar Freeport," katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Ia juga menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah meminta saham Freeport kepada Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun yang sebetulnya terjadi adalah sisa 7 persen saham yang belum tuntas aturan pembagiannya buat masyarakat Papua.

"Bukan minta saham, mereka mengadvokasi ada 7 persen dari 100 persen, kemudian sekitar 51 persen lebih diambil Inalum. Buat papua itu 10 persen, 3 persen diambil provinsi 7 persennya itu regulasinya itu belum ada. 7 persen itu harusnya dibagi 3. Kabupaten Mimika, lalu masyarakat adat, dan masyakat yang terdampak Freeport," papar Haris.

Menurutnya, Haris melakukan advokasi yang awalnya ada kelompok organizer Papua minta tolong untuk mengadvokasi saham Freeport.

"Saya membantu (advokasi saham Freeport), saya punya surat kuasa," ujar Haris.

Kemudian, Haris mendatangi kantor Menko Marves untuk membantu membuatkan semacam surat legal opinion agar advokasi saham tersebut legal. Namun, Haris mengaku ketika datang ke kantor Menko Marves dirinya tidak bertemu langsung dengan Luhut.