News

Dituding Kabur Saat Diskusi, Misbakhun: Bukan Karakter Saya Meninggalkan Forum Diskusi


Dituding Kabur Saat Diskusi, Misbakhun: Bukan Karakter Saya Meninggalkan Forum Diskusi
Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi yang bertajuk (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi XI DPR Mukhammad Misbakhun mengklarifikasi soal pemberitaan dua media onnline yakni Fajar.co.id dan Telusur.co.id yang memberitakan bahwa dirinya kabur dari forum diskusi yang diadakan Pressroom DPR, Kamis (12/4).

Misbakhun menjelaskan, dirinya keluar dari ruangan diskusi yang bertajuk “'Putusan PN Jaksel soal Century, Bisakah Budiono Tersangka?' tersebut bukan karena kalah debat dengan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Melainkan karena harus menhadiri agenda lain yang waktunya bersamaan.

baca juga:

Sejak awal saya sampaikan ke moderator bahwa saya ada rapat Baleg (Badan Legislasi) yang waktunya bersamaan. Karena Baleg sudah menunggu sejak awal sampai 45 menit. Sebagai inisiator RUU Konsultan Pajak sebagai Inisiative DPR saya harus rapat dengan waktu yang bersamaan dengan acara di Pressroom,” kata Misbkhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/4).

Dalam acara tersebut, Misbakhun menjadi pembicara diskusi bersama, Anggota Komisi III, Masinton Pasaribu, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, dan Pakar Hukum Pidana TPPU Universitas Trisakti, Yenti Ganarsih.

“Sejak awal saya sampaikan masalah tersebut (ada acara lain) kepada moderator dan Ibu Yanti dan Masinton pembicara lainnya yang kebetulan sempat duduk dekat dengan saya. Mas Fais selaku moderator juga langsung mengumumkan bahwa saya ada rapat Baleg yang mendesak untuk diikuti saat saya ijin ke Moderator untuk meninggalkan tempat diskusi di Pressroom,” katanya.

Misbakhun mengaku, telat hadir dalam diskusi tersebut dan diskusi dimulai agak terlambat 10 menit karena diriny harus menemani Ketua DPR, Bambang Soesatyo menerima Sekjen Wantanas Letjen TNI Doni Munardo dan jajaran.

Setelah itu dirinya langsung menuju ke Pressroom untuk menghormati undangan untuk berbicara di forum dialektika Parlemen di Pressroom.

“Momentum saya meninggalkan forum memang bersamaansaat Saudara, Jansen menyampaikan pendapatnya tapi itu bukanlah sebuah perdebatan subtansi masalah,” bantahnya.

Terlebih, apa disampaikan Jansen itu bukan subtansi masalah dalam diskusi. Saat itu,kata Misbakhun, dirinya sedang meralat pernyataan Jansen bahwa Audit BPK ditanda tangani oleh Hadi Poernomo.

“Lalu saya ralat bahwa audit BPK soal Century itu tidak pernah ditanda tangani oleh Hadi Poernomo. Audit BPK atas Bank Century di tanda tangani oleh Taufiqurahman Ruqi dan Hadi Poernomo pada tahun 2013 hanya menyampaikan hasil audit sebagai ketua BPK saat itu atas hasil audit lanjutan atas kasus Bailout Century yang juga tidak ditanda tangani oleh Hadi Poernomo sebagai Ketua BPK. Jadi sangat berbeda pengertian antara menanda tangani hasil audit dan mengumumkan,” tukasnya.

Sehingga lajutnya, sangat berbeda pengertian antara menanda tangani hasil audit dan mengumumkan.

Dalam kaitan kasus Century, politikus Golkar ini mengaku mempunyai data yang sangat lengkap. Bahkan, audit BPK semua edisi dia punya dan dipahami secara mendalam.

Secara substansi saya mengerti detail kasus Century yang saat ini ramai kembali untuk dituntaskan terkait hasil Pra Peradilan oleh MAKI di PN Jakarta Selatan,” jelasnya.

Terkait debat, Misbakhun memiliki sejarah dan pengalaman untuk berdebat dengan subtansi-subtansi yang elegan, membangun ide dan gagasan yang kongkrit dan solutif.

“Bukan karakter dan tabiat saya untuk meninggalkan forum tanpa ada kepentingan atau keperluan lain yang sangat penting,” tegasnya.

Sebelumnya, dua media yakni Fajar.co.id dan Telusur.co.id memberitakan momentum politisi asal Pasuaruan itu meninggalkan ruang diskusi. Dua media itu mengaitkan keluarnya Misbakhun dengan kekelahan dalam berdebat.[]