News

Dituding Guntur Romli Radikal dan Intoleran, Dosen UGM: Ucapan Orang Mabok

Dituding Guntur Romli Radikal dan Intoleran, Dosen UGM: Ucapan Orang Mabok


Dituding Guntur Romli Radikal dan Intoleran, Dosen UGM: Ucapan Orang Mabok
Dosen UGM Karna Wijaya usai dimintai keterangan oleh rektorat dan dekan FMIPA di Balairung UGM, Sleman, Senin (18/4/2022). (AKURAT/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Dosen FMIPA UGM Karna Wijaya menampik tuduhan politisi PSI Guntur Romli yang menuding dirinya terlibat dalam gerakan radikal dan intoleran. Karna menilai pernyataan Guntur Romli sungguh tak berdasar.

"Tidak ada buktinya, ucapan orang mabok," kata Karna melalui WhatsApp, Selasa (19/4/2022).

Saat pelaporan ke Polda Metro Jaya, Senin (18/4/2022) kemarin, Guntur turut menyinggung foto-foto Karna di akun Facebook maupun Instagram yang bersangkutan. Menyebut dosen kimia itu kerap berfoto menenteng senjata, meski tak mengetahui apakah itu asli atau replika.

baca juga:

"Itu foto airsoft gun. Dulu anak-anak lanang (laki-laki) saya semua penghobi airsoft gun, jadi saya dampingi," jelas Karna menanggapi foto yang disorot Guntur tersebut.

Menimbang tudingan tak berdasar ini, Karna berencana melaporkan balik Guntur Romli ke kepolisian. Sekarang ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya.

Koordinasi menyangkut rencana pelaporan Karna terhadap pihak-pihak lain yang dianggap telah melakukan framing terhadap dirinya. Sedikitnya, ada 5 orang yang hendak ia polisikan.

"(Pelaporan) untuk postingannya dan para buzzer terkait framing NII dan radikal-radikul," ucap Karna.

Sebelumnya, Tokoh Islam Liberal (JIL) sekaligus Politikus PSI Muhammad Guntur Romli melaporkan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Karna Wijaya terkait dugaan pengancaman.

"Hari ini melaporkan pemilik Facebook yang terduga atas nama Karna Wijaya dosen guru besar UGM. Saya merasa diancam dan dihasut karena ada postingan dia di FB yang memuat foto saya dan istri saya," kata Guntur di Polda Metro Jaya, Senin (18/4/2022).

Dalam postingan tersebut terdapat sejumlah foto orang-orang yang dimuat dalam unggahan terlapor. Foto itu memuat wajah dari Guntur Romli, Deni Siregar, hingga Ade Armando.

"Dan komen-komen di bawahnya terduga si karena Wijaya ini memberikan komentar sembelih dan juga dibedil," imbuhnya.

Oleh karena itu, Guntur merasa hal tersebut merupakan sebuah pengancaman.

"Sebenarnya tidak ingin saya melaporkan karena saya melihat itu dosen biasa, tapi ketika saya membaca di media sosial dan berita online ada dugaan Karna Wijaya bukan dosen biasa tapi juga ada dugaan dia terlibat dalam gerakan intoleran dan radikal," lanjutnya. []