Tech

Ditopang Teknologi Terkini, Jababeka Mampu Support Industry 4.0

User bisa memantau progres pekerjaan dan evaluasi kerja dari aplikasi


Ditopang Teknologi Terkini, Jababeka Mampu Support Industry 4.0
Muhammad Ayub Arwin (kiri) selaku Direktur PT Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel)

AKURAT.CO, Kawasan Industri Jababeka merupakan kawasan industri yang terletak di Koridor Timur Jakarta dan telah menjadi kawasan industri yang mature. Lebih dari 2.000 perusahaan multinasional maupun nasional dari 30 negara telah bergabung ke kawasan industri yang berusia lebih dari 31 tahun ini.

Hal itu bisa terjadi karena pelayanan bantuan perizinan yang bernama J-FAST (Jababeka Focus to accelerate services tenant). Kehadiran J-FAST mampu memudahkan investor yang ingin pabriknya cepat beroperasi tanpa harus dipusingkan proses perizinan, baik izin mendirikan bangunan, izin usaha, izin mendirikan perusahaan sampai izin lingkungan.

Selain itu, karena Kawasan Industri Jababeka memiliki infrastruktur yang lengkap dan andal, sehingga mampu menopang berbagai kegiatan industri. Mulai dari pembangkit listrik mandiri, Waste Water Treatment Plant & Water Treatment Plant, Cikarang Dry Port sebagai pusat solusi logistik, jaringan fiber optic berkecepatan tinggi, sistem keamanan 24 jam, hingga Heli Commuter.

baca juga:

Tak sampai di situ, infrastruktur yang dimiliki sudah mendukung industry 4.0. Kawasan Industri Jababeka yang sudah dikenal menjadi “rumah” bagi berbagai industri, dari skala UKM sampai besar seperti Unilever, L’Oreal, Nissan, Samsung, dan Komatsu, sekarang siap melayani juga bagi perusahaan yang ingin menerapkan industry 4.0.

Muhammad Ayub Arwin selaku Direktur PT Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel), menjelaskan bahwa saat ini, jaringan telekomunikasi fiber optik yang merupakan infrastruktur dasar industri 4.0 sudah tersebar di hampir semua kawasan Jababeka seluas 5.600 hektar. Sehingga dimanapun pabrik baru akan dibangun, layanan internet sudah bisa didapat.

"Selain itu, kami juga telah menyediakan end to end IOT solution. Mulai dari aplikasi absen, payroll, HR (human resources), dan proses produksi," terang Ayub dalam acara webinar bertema KIJA Premium Service, baru-baru ini.

Kemudian ICTel, salah satu anak usaha dari Jababeka Group, memiliki aplikasi layanan sosial, J-Smart. Dengan aplikasi ini, para tenant dan masyarakat setempat lebih mudah mengadukan keluhan, mendapatkan layanan dan berkomunikasi langsung antara tenant dengan pengelola atau pihak lain.

"Bahkan di sana, user juga bisa memantau progres pekerjaan dan evaluasi kerja di aplikasi tersebut," urai Ayub.

Menurut Ayub, Kawasan Industri Jababeka sudah mampu mendukung industry 4.0 dan “menampung” para investor yang ingin membangun perusahaan berbasis IOT. Hal itu karena kawasan industri lain tidak ada yang memiliki infrastruktur selengkap yang dimiliki Kawasan Industri Jababeka.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first