News

Ditolak JPU, Pledoi Munarman Dinilai Tidak Berdasarkan Fakta

Pledoi Munarman tidak didasarkan fakta-fakta lengkap dan utuh, baik yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi ahli, alat bukti surat, alat bukti rekaman.


Ditolak JPU, Pledoi Munarman Dinilai Tidak Berdasarkan Fakta
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak seluruh pleidoi yang diajukan terdakwa eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur perkara dugaan tindak pidana terorisme. Pledoi yang disampaikan Munarman dianggap tidak berdasarkan fakta.

"Bahwa nota pembelaan terdakwa Munarman tidak didasarkan fakta-fakta lengkap dan utuh, baik yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi ahli, alat bukti surat, alat bukti rekaman," ucap Jaksa Penuntut Umum dalam Sidang Replik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, JPU menilai pledoi yang disampaikan Munarman tidak objektif. Sebab tidak memiliki dasar dan nilai pembuktian.

baca juga:

"Nota pembelaan Munarman telah menyimpulkan dan menganalisa secara parsial yang hanya bagian-bagian kecil keterangan saksi dan ahli, yang kemudian dirangkai sesuai keinginan dan kepentingan terdakwa tanpa didukung alat bukti cukup, sehingga kesimpulan analisa paksa maupun alasan yuridis dalam nota pembelaan tersebut tidak objektif," tuturnya.

JPU pun menganggap pledoi Munarman tidak perlu ditanggapi secara keseluruhan. Sebab, pledoi yang disampaikan telah terjawab dalam tuntutan JPU sebelumnya.

"Terhadap uraian nota pembelaan dari terdakwa lainnya tidak perlu penuntut umum menanggapi karena sudah terjawab dan sudah dijelaskan secara jelas pada surat tuntutan yang dibacakan pada Senin tanggal 14 Maret 2022," ucapnya.

Atas dasar itu, JPU tetap konsisten mengajukan tuntutan delapan tahun penjara terhadap Munarman. JPU ingin majelis hakim menolak seluruh pledoi Munarman.

"Kami penuntut umum pada tuntutan, kami tetap pada tuntutan yang telah kami bacakan, supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini menolak adanya nota pembelaan terdakwa maupun penasihat hukum terdakwa," ucapnya.

 JPU berharap majelis hakim mengabulkan seluruh tuntutan yang diarahkan kepada Munarman. "Mengabulkan seluruh tuntutan terhadap diri terdakwa sebagaimana telah kami sampaikan dalam tuntutan, kami bacakan dan serahkan kepada sidang hari Senin tanggal 14 Maret 2022," imbuhnya.