News

Ditjen Vokasi Giatkan Koordinasi Penguatan Peran SMK dalam Pembangunan Desa

Ini bertujuan untuk menyosialisasikan, menyinergikan, merumuskan program.


Ditjen Vokasi Giatkan Koordinasi Penguatan Peran SMK dalam Pembangunan Desa
Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 57, Jakarta, Senin (2/4). Sebanyak 1.485.302 siswa dari 13.054 sekolah menengah kejuruan (SMK) akan mengikuti ujian nasional (UN) pada Senin (2/4) hingga Kamis (5/4) (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) terus bersinergi dalam program SMK dengan pemerintahan desa. Salah satunya, melalui kegiatan Koordinasi Penguatan Peran SMK dalam Pembangunan Desa bersama 21 kepala SMK, 21 camat, lima kepala dinas pertanian tingkat kabupaten, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XII. 

Kegiatan yang berlangsung di Bogor pada 26 hingga 28 April 2021 ini bertujuan untuk menyosialisasikan, menyinergikan, merumuskan program serta menyepakati peran pusat dan daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pedesaan. 

Dirjen Diksi, Wikan Sakarinto, pada pembukaan kegiatan ini menegaskan Kemendikbud tidak hanya membangun pusat namun juga ekosistem fondasi penyokong, yaitu pedesaan.

“Ini agar pedesaan jadi lebih kuat. Kami juga akan melakukan berbagai upaya untuk mencanangkan pembangunan pedesaan,” kata Wikan sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan resmi Kemendikbud, Jumat (30/4/2021). 

Ditjen Diksi melalui Direktorat SMK sudah tiga kali menggelar kegiatan koordinasi untuk meningkatkan peran SMK dalam pembangunan desa. Kegiatan pertama dilaksanakan di Ciawi, Bogor, dengan melibatkan kepala SMK dan kepala desa di wilayah Jawa Barat. Kegiatan kedua dilaksanakan di Serpong, Banten, melibatkan kepala SMK dan kepala desa untuk wilayah luar Pulau Jawa.

Direktur SMK, Bakrun, mengatakan program ini digelar untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia terampil dan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada di pedesaan. Sebab menurutnya, masih banyak potensi di pedesaan yang dapat dikembangkan bersama-sama.

"Maka dari itu, Kemendikbud berupaya agar terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah atau aparatur desa dan SMK. Hal ini penting mengingat mayoritas SMK berada di pedesaan. Kawasan pedesaan mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dengan memaksimalkan peran SMK di dalamnya,” terang Bakrun. []

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co