Ekonomi

Ditjen Pajak Lacak Ada 96 Wajib Pajak Indonesia dalam Paradise Paper


 Ditjen Pajak Lacak Ada 96 Wajib Pajak Indonesia dalam Paradise Paper
Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal, saat Konferensi Pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/11) (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO,  Paradise Paper yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), sempat menghebohkan masyarakat karena mencatut nama-nama besar diduga pengemplang pajak saat ini ternyata sudah dilacak oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Tercatat, ada 96 wajib pajak (WP) asal Indonesia yang terdapat dalam Paradise Papers dan dari data tersebut, hanya 62 orang yang telah mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (27/11), mengatakan bahwa dulu hanya 8-9 orang saja warga negara Indonesia buang datanya cocok tapi saat ditelusuri sampai selesai terdapat 96 WP.

"Saya tidak bisa memberitahu berapa jumlah aset nya, tapi yang pasti uang tebusan tax amnesty dari 62 wajib pajak tersebut mencapai triliunan rupiah," ungkap Yon.

Akan tetapi Yon mengatakan bahwa Ditjen Pajak sudah sangat berkomitmen untuk menyelesaikan dan menyisir siapa saja WP yang mengemplang pajak dari hasil Investigasi Paradise Paper ini.

"Di Paradise hanya nama, kami perlu source data yang lain. Misal, si A di Paradise Papers, kami tahu, sudah atau belum dia ikut tax amnesty, tapi asetnya apa dan berapa. Kami harus cari tahu lagi. Proses ini kami lakukan terus menerus," jelasnya. []