Tech

Ditjen Hubud Kembangkan Aplikasi SIP-TAU Guna Mudahkan Iklim Usaha Angkutan Udara

SIP-TAU akan memudahkan dalam melakukan perizinan untuk mendapatkan sertifikat standar.


Ditjen Hubud Kembangkan Aplikasi SIP-TAU Guna Mudahkan Iklim Usaha Angkutan Udara
Ilustrasi pesawat (pixabay.com/lars_nissen)

AKURAT.CO Sistem Perizinan Terpadu Angkutan Udara (SIP-TAU) yang terintegrasi dengan OSS Berbasis Resiko dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pengembangan sistem tersebut sesuai dengan amanah UU Nomor 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.  Bertujuan untuk mempermudah iklim usaha di bidang angkutan udara sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan SIP-TAU akan memberikan kemudahan dalam melakukan perizinan untuk mendapatkan sertifikat standar yang diterbitkan oleh Online Single Submission (OSS) Berbasis Resiko.

"Bagi pelaku usaha yang ingin melakukan usaha di bidang angkutan udara, kami telah mengembangkan sistem yang memberikan kemudahan dalam melakukan perizinan, yaitu aplikasi SIP-TAU. Untuk mendapatkan sertifikat standar yang akan diterbitkan oleh OSS Berbasis Resiko, pemohon wajib mendapatkan hasil verifikasi pemenuhan persyaratan sertifikat standar angkutan udara, yang prosesnya dilakukan secara online melalui aplikasi SIP-TAU," ujar Novie, dilansir dari laman Ditjen Hubud. 

Nantinya pelaku usaha harus terlebih dahulu melengkapi seluruh persyaratan yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada KP 223 Tahun 2021 tentang Penggunaan Sistem Informasi Perizinan Terpadu Angkutan Udara (SIP-TAU) yang terintegrasi dengan OSS Berbasis Resiko. Setelah itu, persyaratan yang telah dimasukkan akan dilakukan analisa dan evaluasi oleh personil perizinan Direktorat Angkutan Udara secara berjenjang. 

Jika hasil analisa dan evaluasi tersebut sudah sesuai dengan regulasi, maka akan mendapat hasil verifikasi pemenuhan persyaratan sertifikat standar angkutan udara yang telah disetujui oleh Dirjen Perhubungan Udara.

"Dengan aplikasi SIP-TAU waktu penyelesaian perizinan sesuai SLA maksimal 7 hari untuk sertifikat standar angkutan udara niaga berjadwal dan tidak berjadwal. Serta 3 hari untuk angkutan udara bukan niaga. Pengembangan aplikasi SIP-TAU digunakan untuk mengurangi inefesiensi pelayanan, meningkatkan akurasi proses verifikasi pemenuhan persyaratan termasuk pembayaran PNBP," terang Novie.

Pengembangan aplikasi SIP-TAU dilakukan dengan menerapkan strategi Simplikasi Bisnis Integrasi Online Single Submission (SIMBIOSIS). Menurut Novie strategi tersebut bermakna adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal.