Entertainment

Ditinggal Emil dan Pepeng, Jarwo Tegaskan Tak Ada Kesepakatan NAIF Bubar

NAIF menjadi buah bibir warganet lantaran dua personelnya, Emil dan Pepeng, menyatakan keluar dari grup musik tersebut


Ditinggal Emil dan Pepeng, Jarwo Tegaskan Tak Ada Kesepakatan NAIF Bubar

AKURAT.CO Grup band NAIF menjadi buah bibir warganet lantaran dua personelnya, Emil dan Pepeng, menyatakan keluar dari grup musik tersebut. Kabar tersebut memunculkan tanda-tanya besar di benak para penggemar mereka.

Pasalnya, band yang telah berkiprah selama 25 tahun tersebut selalu tampil kompak dan jauh dari masalah. 

Setelah memilih bungkam beberapa lama, salah personel yang tersisa, Jarwo, akhirnya angkat bicara di channel YouTube Jarwo Fekgitar. Dalam unggahan yang berjudul 'Naif Jangan Bubar Dulu #JarwoNaif', ia mengawali cerita bagaimana keadaan tersebut terjadi. 

"Awalnya tuh kita, NAIF, personel empat orang, David Pepeng Emil dan Jarwo bersama manajemen kita mengadakan sebuah pertemuan. Pertemuannya sebelum pandemi ya, 2019. Kita ketemuannya di rumah Emil, di Bekasi, banyak sih yang diomongin waktu itu, salah satunya kita ngomongin HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) jadi brand NAIF ini mau dipatenkan," ungkapnya.

Setelah pembahasan tersebut, saat itu Emil secara spontan bertanya perihal keberlangsungan band mereka.

"Di situ juga terjadi perbincangan yang akhirnya menelurkan apa yang jadi ramai sekarang ini. Jadi ceritanya ngobrol panjang lebar dan pada sesi tertentu Pepeng nanya, 'Guys, kalau salah satu dari kita udah gak bisa aktif lagi gimana ya?'. David dengan 'Davidnya' jawab, 'yaudah kalau satu keluar, bubar aja' terus Pepeng komen lagi, 'terus ntar keluarga gue gimana dong?' terus Emil baru nanggepin itu, 'ya kalau ada yang bisa dilakuin sama NAIF, yang bisa membantu apapun, ya diterusin gapapa'," cerita Jarwo.

Saat itu, Jarwo mengaku juga memiliki pendapat sendiri yang cukup berbeda. Menurutnya pembahasan tersebut kurang bijak jika diputuskan saat itu mengingat keadaan tersebut belum terjadi.

"'Lebih baik diobrolin kalau kejadiannya dateng, jadi misal saat satu orang udah gak bisa aktif, duduklah kita ngumpul berempat. Mau ngapain nih NAIF? Apa mau lanjut, apa mau bubar, atau mau gimana?' itu yang gue ungkapin," ujar Jarwo.

"Dari situ gak ada keputusan, cuman ngobrol-ngobrol aja, wacana aja, bukan suatu keputusan, bukan suatu persetujuan," tegasnya.