Olahraga

Ditetapkan sebagai Tersangka, Direktur LIB Janji Hormati Proses Hukum

Ditetapkan sebagai Tersangka, Direktur LIB Janji Hormati Proses Hukum
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (Ligaindonesiabaru.com)

AKURAT.CO, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengatakan bahwa ia akan patuh pada proses hukum yang menjeratnya sehubungan dengan tragedi Kanjuruhan. Pemimpin perusahaan penyelenggara Liga 1 Indonesia 2022-2023 tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka buntut insiden di Kanjuruhan.

"Kami akan menghormati proses hukum yang berlaku dan akan mengikuti tahap-tahap proses yang akan dilalui berikutnya. Kami juga berharap peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga bagi semuanya,” kata Lukita dalam keterangan resmi LIB.

Nama Lukita masuk dalam enam daftar tersangka tragedi Kanjuruhan yang diumumkan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10). Tersangka lainnya adalah Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC-Persebaya Surabaya, Abdul Harris, dan petugas keamanan laga, Suko Sutrisno.

baca juga:

 “Saudara AHL (inisial Lukita), Direktur Utama PT LIB, di mana tadi sudah saya sampaikan yang bertanggung jawab terhadap setiap stadion untuk memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion, persyaratan fungsinya belum tercukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020,” kata Kapolri.

Sementara tiga lainnya merupakan anggota kepolisian, yakni Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, dan Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisari Polisi Bambang Sidik Achmadi.

Penetapan tersangka oleh Kapolri merupakan satu dari sejumlah dampak atas tragedi pada laga Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (2/10). Sebelumnya, Komite Disiplin PSSI sudah menghukum Arema, Abdul Haris, dan Suko Sutrisno buntut peristiwa yang menewaskan 131 orang itu.

Sementara itu, Lukita sendiri sudah melakukan dua kali pemeriksaan di Polres Malang padan Senin (3/10) dan Rabu (5/10).  Lukita juga mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan keluarga korban.

"Bapak Akhmad Hadian Lukita juga sudah berada di Malang sejak Minggu pagi (2/10). Beliau juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana (panpel) Arema FC, mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan juga bersilaturahmi dengan beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” kata Direktur Operasional LIB, Sudjarno.

Kurang dari sepekan sejak tragedi di Kanjuruhan terjadi, insiden itu sudah menarik perhatian dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, misalnya, mengatakan bahwa hari di mana peristiwa Kanjuruhan terjadi adalah "hari yang kelam bagi sepakbola dunia."

Adapun Raja Inggris, Charles III, menyatakan belasungkawanya atas salah satu kematian massal terbesar dalam sejarah sepakbola dunia itu.[]