Ekonomi

Ditengah Ambruknya Sri Lanka, 2 Menterinya Cari BBM ke Qatar Hingga Rusia

Pasalnya, krisis bahan bakar di negara kepulauan tersebut telah melumpuhkan perekonomian negara, hingga membuat banyak sekolah ditutup.


Ditengah Ambruknya Sri Lanka, 2 Menterinya Cari BBM ke Qatar Hingga Rusia
Dalam foto ini, berbagai kendaraanvtengah mengantre di sebuah pompa bensin di Ibukota Kolomba, Sri Lanka (Reuters via BBC)

AKURAT.CO, Di tengah keterpurukan ekonomi, Sri Lanka mulai mengirimkan beberapa menterinya ke Qatar dan Rusia dengan harapan memperoleh jalinan kerjasama menyangkut pasokan energi.

Pasalnya, krisis bahan bakar di negara kepulauan tersebut telah melumpuhkan perekonomian negara, hingga membuat banyak sekolah ditutup karenanya. Menteri yang diberangkatkan antara lain Menteri Tenaga dan Energi Kachana Wijesekera yang pergi ke Qatar lebih dulu, dan Menteri Pendidikan Susil Premajayanth yang dijadwalkan akan tiba di Rusia 3 Juli mendatang.

Mengutip dari Reuters pada Rabu (29/06/2022), menurut keterangan pejabat kementerian setempat, Wijisekera mengatakan bahwa dia berharap untuk menemukan pemasok bahan bakar jangka panjang di Watar untuk bersedia bekerjasama dengan devisa Sri Lanka dan tantangan lainnya.

baca juga:

Sementara itu, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengatakan di akun Twitter, dia bertemu dengan duta besar Rusia, Yuri Materiy, pada hari Senin kemarin.

Ini menjadikan pertemuan yang kesekian kalinya, mengingat pada bulan lalu pun Sri Lanka telah membeli 90.000 ton minyak Rusia.

"Mempertahankan hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara, sementara fokus pada pengembangan peluang perdagangan dibahas secara luas pada pertemuan ini," kata Rajapaksa.

Sebagai tambahan informasi, Sri Lanka sedang mengalami krisis keuangan yang begitu dahsyat.

Ekonomi negara pulau ini dihadang kontraksi sebesar 1,6% pada Januari hingga Maret dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Bahkan, analis mengatakan inflasi yang lebih tinggi dan ketidakpastian politik dapat menyebabkan kontraksi mencapai angka 5 persen pada kuartal kedua.

Sumber: Reuters