Entertainment

Ditembak Penggemar Fanatiknya, 7 Fakta Mengejutkan Meninggalnya John Lennon

John Lennon meninggal dunia pada tanggal 8 Desember 1980.


Ditembak Penggemar Fanatiknya, 7 Fakta Mengejutkan Meninggalnya John Lennon

AKURAT.CO John Lennon meninggal dunia pada tanggal 8 Desember 1980 silam dengan ditembak oleh penggemar fanatiknya di Gerbang The Dakota, kediamannya di New York City, Amerika Serikat. Mantan vokalis The Beatles ini mengembuskan napas terakhirnya setelah dibawa ke rumah sakit terdekat. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait meninggalnya musisi legendaris dunia, John Lennon. 

1. Ditembak oleh penggemar fanatik

Ketika itu John sedang memasuki gedung apartemen mewahnya di Manhattan, Amerika Serikat. Secara tiba-tiba, seorang penggemar beratnya, Mark David Chapman muncul dan langsung memberondong John dengan tembakan revolver sebanyak empat kali tepat ke tubuhnya. Penembakan tersebut dilakukan dari jarak yang sangat dekat dengan revolver kaliber 38. Sempat dilarikan ke rumah sakit, John meninggal dalam perjalanan. 

2. Sempat meminta tanda tangan

Sosok Chapman ketika itu langsung menjadi bahan hujatan banyak manusia di dunia. Pasalnya, ketika itu, The Beatles menjadi salah satu band yang sangat populer di dunia. Chapman langsung ditangkap dan diadili. Anehnya, sebelum melakukan penembakan terhadap idolanya tersebut, Chapman sempat meminta tanda tangan kepada John. 

3. Idola fanatik John Lennon

Lahir di Fort Worth, Texas, Chapman sejak remaja begitu terobsesi dengan The Beatles terutama Lennon. Bahkan, ia merasa seperti orang kristen yang dilahirkan kembali ketka mendengarkan berbagai karya The Beatles, setelah sebelumnya ia sempat terlibat dalam narkoba. Bahkan, di usia 22 tahun, ia sempat mencoba bunuh diri hingga akhirnya ia bekerja di rumah sakit, menikah, dan bekerja sebagai satpam sambil terus mengidolai John Lennon. 

4. Sempat buat daftar yang akan dibunuh

Chapman terinspirasi dari novel JD Salinger ‘The Catcher In the Rye’. Ia menjadi sosok Holden Caulfield yang benci kepalsuan. Setelahnya, Chapman menuliskan daftar yang ingin dibunuhnya, yang penuh kepalsuan, mulai dari Johnny Carson, Elizabeth Taylor, hingga Lennon. Ia menganggap bahwa Lennon adalah sosok penuh kepalsuan. 

5. Lennon sebut The Beatles lebih populer dari Yesus

Sejak menjadi punggawa The Beatles, Lennon dianggap sebagai salah satu anggota yang penuh kontroversial. Ia adalah sosok yang blak-blakan dan berintelektual. Pada tahun 1966, ia sempat menyampaikan ucapan kontroversial bahwa 'The Beatles lebih populer dari Yesus'. Pernyataan ini membuat banyak pendukungnya geram, bahkan American Bible Belt melakukan pembakaran massal rekaman Beatles. Hal ini juga yang mendorong Chapman yang merupakan sosok religius untuk melakukan aksinya. 

6. Sempat tidak jadi membunuh

Pada tahun 1980, Chapman berhenti dari pekerjaannya dan mulai menyusun rencana untuk melaksanakan misinya. Ia terbang ke New York City, namun sempat merasa ragu dan mengubur keinginannya untuk membunuh Lennoh hingga akhirnya kembali ke kediamannya di Hawaii. Namun satu bulan kemudian, keinginannya semakin kuat dan kembai ke New York City untuk menuntaskan misinya dengan membunuh Lennon. 

7. Tidak ada pemakaman John Lennon

John Lennon ditembak empat kali dihadapan sang kekasih, Yoko Ono. Setelah dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit, Yoko Ono memberikan informasi bahwa tidak ada pemakaman John Lennon. Jenazah sang musisi dikremasi, dan Yoko Ono menabur abu kremasi jenazah kekasihnya di Central Park New York. Di sana juga dibangun sebuah prasasti bertuliskan Strawberry Field Forever. 

Mark David Chapman hingga kini masih mendekam di penjara yang dilengkapi dengan terali besi agar terhindar dari penyerangan narapidana lain setelah sebelumnya sempat mengajukan banding pembebasan bersyarat sebanyak 11 kali dan ditolak.[]