Olahraga

Ditekuk Thailand, Praveen/Melati Gagal Melangkah ke Final

Praveen/Melati kalah dari pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat pertarungan rubber gim.


Ditekuk Thailand, Praveen/Melati Gagal Melangkah ke Final
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti saat berlaga di Denmark Terbuka 2021. (Badminton Photo/Mikael Ropars)

AKURAT.CO, Langkah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Denmark Terbuka 2019 akhirnya berakhir. Ganda campuran nomor 4 dunia ini harus rela tersingkir di semifinal usai takluk dari pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat pertarungan rubber gim, 21-16, 17-21, dan 20-22 di Odense Sports Park, Sabtu (23/10).

Pertandingan dimulai dengan Praveen/Melati memulai pertandingan dengan memberikan poin pertama secara cuma-cuma kepada Dechapol/Sapsiree. Namun, pasangan didikan PB Djarum nampak mulai menemukan permainannya secara perlahan. Sayang, kesalahan sendiri membuat skor terus ketat dari 3-3 hingga 6-6.

Praveen/Melati kemudian memiliki sedikit momentum setelahnya. Mereka mendapatkan empat poin beruntun dan kemudian merebut interval gim pertama 11-7.

Selepas interval, Bass/Popor-sapaan akrab Dechapol/Sapsiree-mulai coba mulai mengimbangi. Pertahanannya yang cukup kokoh dan sesekali berbalik menyerang membuat mereka memperkecil kedudukan jadi 12-11.

Akan tetapi, Praveen/Melati langsung bertindak cepat untuk bisa kembali mendominasi laga. Pukulan variasi yang dilakukan pasangan berjuluk Honey Couple ini mampu merepotkan Bass/Popor dan kemudian menjauh 14-11 dan 17-12.

Walau sempat hampir terkejar lagi dengan skor 18-16, Praveen/Melati akhirnya berhasil mengamankan gim pertama 21-16 berkat pengembalian apik Praveen yang tak mampu dihadang oleh Popor.

Pada gim kedua, Praveen/Melati memulainya dengan lebih baik. Juara Denmark Terbuka 2019 ini mampu membuka keunggulan 2-0 dan memperlebarnya jadi 5-1. Namun, Praveen/Melati kembali lengah dan melakukan beberapa kesalahan.

Tanpa ragu-ragu, Bass/Popor pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil kontrol permainan. Pasangan nomor 3 dunia itu meraih empat poin beruntun dan membalikkan kedudukan jadi 5-6.

Bass/Popor kemudian nampak makin nyaman dengan permainannya. Mereka tak henti-hentinya melancarkan serangan Praveen/Melati untuk unggul makin jauh 6-9, sebelum akhirnya meraih interval 9-11 di gim kedua.

Pasangan Indonesia bukan tanpa usaha memperkecil ketertinggalan. Namun, Praveen/Melati hanya mampu menambah lima angka, sementara perolehan poin Bass/Popor terus berlanjut sehingga kedudukan jadi 16-18.

Memasuki poin-poin kritis, pukulan Praveen menyangkut di net dan pengembalian shuttlecock Melati dua kali terlalu melebar ke sisi luar lapangan. Bass/Popor pun menutup gim kedua dengan skor 17-21.

Pertandingan makin seru di gim penentuan. Kedua pasangan menampilkan permainan berkelas tinggi dengan Praveen/Melati yang dominan menyerang, sementara Bass/Popor dengan kekokohan pertahanannya. Skor ketat 2-2 dan 5-5 pun tercipta.

Akan tetapi, akurasi pukulan Bass/Popor yang lebih baik membuat Praveen/Melati tertinggal 5-9 dan interval gim ketiga jadi milik pasangan Thailand dengan skor 8-11.

Perlahan tapi pasti, Praveen/Melati coba bangkit. Poin demi poin diraih untuk memperkecil kedudukan menjadi 12-15 dan terus mendekat jadi 16-17.

Bass/Popor sempat menjauhkan skor 16-19. Namun, Praveen/Melati dengan ketenangannya kembali memperkecil bahkan menyamakan kedudukan jadi 20-20. Sayang, pertarungan kemudian berakhir untuk kemenangan Bass/Popor 20-22.[]