Ekonomi

Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir 2021, Ini Progres Terbaru Tol Cibitung - Cilincing

Jalan tol Cibitung - Cilincing ditargetkan akan beroperasi pada akhir tahun ini.


Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir 2021, Ini Progres Terbaru Tol Cibitung - Cilincing
Tol Cibitung - Cilincing.

AKURAT.CO Jalan tol Cibitung - Cilincing ditargetkan akan beroperasi pada akhir tahun ini. Namun, dengan catatan pembebasan lahan khususnya di seksi IV yang masuk wilayah Jakarta Utara bisa diselesaikan oleh pemerintah setempat.

"Akhir tahun ini (ditargetkan beroperasi). Mudah-mudahan wilayah konflik di Jakarta Utara cepat beres. Kalau itu beres, bulan Juli atau akhir tahun bisa rampung dan beroperasi," ujar Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tolways (CTP) Thorry Hendrarto dalam paparannya di Cibitung, Jawa Barat, pada pekan lalu.

Thorry menerangkan, seksi 1 Cibitung - Telaga Asih sepanjang 2,65 kilometer merupakan yang paling siap untuk segera dioperasikan. Saat ini, progres konstruksinya sudah 99 persen dan hanya tinggal merapikan rambu-rambu lalu lintas.

"Lagi penyempurnaan. Sudah uji laik fungsi tahap pertama, diperiksa oleh Kementerian PUPR, Ditjen Perhubungan Darat, dan Kepolisian. Cek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Rambu-rambunya sedang dalam tahap finishing, targetnya setelah Lebaran (selesai)," tuturnya.

Sementara itu untuk seksi 2 Telaga Asih - Tambelang sepanjang 10,1 km saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 99,7 persen. Adapun targetnya selesai dan operasional pada akhir September 2021.

Sedangkan seksi 3 Tambelang - Tarumajaya sepanjang 14,35 km, pembebasan lahannya sudah mencapai 98,5 persen. Sama seperti seksi 2, operasionalnya pun ditargetkan pada akhir September 2021.

Masih kata Thorry, seksi 4 Tarumajaya - Cilincing sepanjang 7,2 km diakui menjadi seksi yang paling lama dilakukan pembebasan lahan. Sebab, kondisi wilayah yang padat penduduk sehingga memerlukan perhatian ekstra.

Saat ini, kata dia, pembebasan lahan seksi 4 baru mencapai 58,6 persen. Namun demikian, diharapkan dengan bantuan pemerintah pada akhir Desember 2021 bisa operasional.

"Seksi 2 dan 3 ditargetkan akhir Oktober 2021 paling lambat rampung dan sisanya seksi 4 akhir Desember 2021 kami optimis rampung jika sisa lahan yang belum bebas di Jakarta Utara sekitar 1,6 km dapat bebas dalam 2 bulan ke depan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Krisno Yuwono mengatakan, kehadiran Tol Cibitung - Cilincing yang merupakan jaringan jalan tol di kawasan Metropolitan Jabodetabek (Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi) akan menghubungkan konektivitas kawasan industri di Cikarang dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Selain itu juga memberikan dukungan kelancaran mobilitas, pergerakan komuter, dan logistik, khususnya menuju kawasan industri Cibitung dan Cilincing," terangnya.

Sebagai informasi, Tol Cibitung - Cilincing dibangun oleh PT CTP Tollways. Saham PT CTP Tollways dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia (45 persen) yang merupakan cucu usaha PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) dan PT Waskita Toll Road (55 persen).

Proyek tersebut menelan dana investasi sebesar Rp12,9 triliun. Aspek pembiayaan jalan tol ini berasal dari pemegang saham sebesar 30 persen dan dari kreditur sebesar 70 persen. Adapun struktur kepemilikan saham dari tol yang menjadi jaringan tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) II dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia (45 persen) yang merupakan cucu usaha PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) dan PT Waskita Toll Road (55 persen) yang merupakan anak usaha WSKT. []

Denny Iswanto

https://akurat.co