News

Ditanya Soal Suap, Dirjen Hubla Tebar Canda


Ditanya Soal Suap, Dirjen Hubla Tebar Canda
Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/9) (ANTARA)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Perhubungan Laut(Dirjen Hubla) nonaktif Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Budiono melempar senyum kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Pria yang memang terkenal ramah dan senang ditanya ini tampak suka berkelakar tiap kali dijumpai para wartawan yang menyambutnya usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap di Kemenhub.

Kali ini Tonny yang saat keluar Gedung KPK dan beranjak untuk memasuki mobil tahanan yang membawanya, menjawab pertanyaan para wartawan dengan bercanda ketika ditanya soal asal uang Rp 20 miliar yang ditemukan di kediamannya.

"Itu uang dari Tuhan," ujar Tonny sembari berlalu memasuki mobil tahanan, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/9).

Ia pun kembali berkelakar ketika ditanya seputar sumber uang yang diduga berasal dari beberapa kepala pelabuhan (syahbandar).

Menurut informasi, saat operasi tangkap tangan Tonny mengaku kepada penyelidik KPK bahwa uang Rp 20 miliar itu beberapa berasal dari kepala pelabuhan.

"Syahbandar dari langit," kelakarnya semabri tertawa.

Diketahui sebelumnya, KPK menggeledah kediaman Tonny di Mess Perwira Bahtera Suaka, RT 04, RW 01, Gunung Sahari Raya Nomor 65, Kemayoran, Jakarta Pusat. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada 50 barang yang disita dari kediaman Tonny karena diduga hasil gratifikasi. "

Dalam penggeledahan tersebut, Satgas KPK menyita sejumlah barang bukti diantaranya: 5 buah keris, 1 tombak, lebih dari 5 jam tangan dan lebih dari 20 cincin serta batu akik dengan ikatan yang diduga lapis emas kuning dan emas putih.

Ketika ditanya soal barang-barang yang disita itupun ia juga tak menjawab dengan serius.

"Keris itu untuk perang Bratayudha," kata Tonny.

Materi pemeriksaan yang dibeberkan oleh Tony pun terkesan hanya bercanda saja mengingat saat ini pemeriksaan terhadap kasus suap terhadap dirinya tengah didalami oleh penyidik KPK.

"Pemeriksaan tentang dunia akhirat," kata Tonny sembari tersenyum dan berlalu.

Sekedar informasi, Antonius 'Tonny' Budiono sebelumnya terciduk oleh satgas KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada pada Kamis lalu(24/8). Dalam OTT tersebut penyidik KPK lebih dulu mengamankan 33 tas ransel berisi uang pecahan rupiah dan enam mata uang asing dan 4 kartu ATM sejumlah bank. Total uangnya mencapai Rp20 miliar.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, pria yang murah senyum itupun langsung mengakui kekhilafannya dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima suap, Tonny pun diduga telah melanggar Pasal 12 huru a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 b Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undangn Nomor 20 tahun 2001.[]‎