Rahmah

Disunnahkan Membaca Niat saat Akan Sikat Gigi, Begini Niatnya

Anda cukup membaca niat seperti ini; simpel dan mudah


Disunnahkan Membaca Niat saat Akan Sikat Gigi, Begini Niatnya
Ilustrasi menyikat gigi (Aawsat)

AKURAT.CO Menyikat gigi adalah salah satu aktivitas kita semua saat sedang mandi atau ketika akan tidur. Orang-orang dahulu menggunakan siwak, sebagai usaha untuk menghilangkan bau pada mulut dan menghilangkan sisa-sisa kotoran yang tersisi di mulut setelah makan.

Manfaat menyikat gigi adalah menghilangkan kotoran dan sisa makanan sehingga dapat mencegah penyakit gigi dan mulut. Tujuan menyikat gigi adalah membersihkan mulut dari sisa makanan agar fermentasi sisa makanan tidak berlangsung lama, sehingga kerusakan gigi dapat dihindari.

Syekh Ibrahim Al-Baijuri, dalam Al-Baijuri, juz 1, halaman 84, menegaskan bahwa saat bersikat gigi atau akan siwak, kita perlu berniat, sebagai berikut:

ـ (قوله ويسن أن ينوي بالسواك السنة) بأن يقول: نويت الاستياك، فلو استاك اتفاقا من غير نية لم تحصل السنة فلا ثواب له. ومحل ذلك ما لم يكن فى ضمن عبادة، كأن وقع بعد نية الوضوء او بعد الاحرام بالصلاة على ما قاله العلامة الرملي. والا فلا يحتاج لنية لأن النية ما وقع فيه شملته  

Artinya: “Dan disunnahkan berniat dalam bersiwak dalam rangka untuk melaksanakan kesunnahan. Misalnya dalam hati membaca ‘saya niat bersiwak’. Apabila kebetulan ada orang yang bersiwak tanpa niat, maka tidak mendapatkan nilai sunnah yang berakibat tidak mendapatkan pahala. Kriteria seperti ini berlaku apabila seseorang tersebut tidak dalam prosesi ibadah berlangsung. Misalnya, ada orang yang bersiwak setelah ia berniat wudhu atau orang sudah takbiratul ihram shalat kemudian ia baru bersiwak, maka pada saat seperti ini tidak lagi membutuhkan niat. Keterangan demikian berdasar atas pernyataan Al-Allamah al-Ramli. Sebab, menurut Imam Ramli, jika bersiwak di tengah-tengah ibadah, niatnya sudah tercakup dengan niat ibadah di atasnya”.

Syekh Sulaiman Al-Jamal, dalam Hasyiyah Al-Jamal, juz 1, halaman 117, mengatakan bahwa niat saat akan bersiwak adalah sebagai penyempurna, agar seseorang mendapatkan pahala saat melakukannya. Ia berkata demikian:

  وَتَحْصُلُ السُّنَّةُ الْكَامِلَةُ بِالنِّيَّةِ وَيَحْصُلُ أَصْلُهَا بِلَا نِيَّةٍ مَا لَمْ يَكُنْ فِي ضِمْنِ عِبَادَةٍ اهـ بِرْمَاوِيٌّ

Artinya: “Kesunahan itu bisa didapatkan secara sempurna apabila dilakukan dengan niat. Namun esensi kesunahan itu sendiri tetap berhasil diperoleh walaupun dilakukan tanpa niat selama tidak di dalam prosesi ibadah. Demikian pernyataan Syekh Birmawi.”

Maka, agar apa yang Anda lakukan selalu memberikan dampak positif dengan datangnya pahala, niatkanlah semuanya dengan kebaikan, termasuk saat Anda akan melakukan sikat gigi. Cukup niatkan ketika akan melakukan itu karena menghilangkan kotoran pada gigi agar bisa beribadah dengan tenang dan khusyu. Wallahu A’lam.[]

 

Sumber: NU Online