News

Disorot Media Asing, Mie Sedaap Cup Dilarang Masuk Taiwan akibat Kelebihan Residu Pestisida

Total 19 pengiriman impor ditolak baru-baru ini oleh Administrasi Bea Cukai, termasuk 4.047,4 kg Mie Sedaap Cup dari Indonesia.


Disorot Media Asing, Mie Sedaap Cup Dilarang Masuk Taiwan akibat Kelebihan Residu Pestisida
FDA Taiwan telah menemukan kandungan berlebihan Etilena oksida dalam 5 varian produk Mie Sedaap Cup. (FDA Taiwan via Focus Taiwan)

AKURAT.CO Sejumlah pengiriman impor mi instan dari Indonesia, Filipina, dan Jepang, dicegat oleh bea cukai Taiwan baru-baru ini setelah ditemukan mengandung residu pestisida dengan kadar berlebihan, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan pada Selasa (5/7).

Dilansir dari Focus Taiwan, FDA menyatakan total 19 pengiriman impor ditolak baru-baru ini oleh Administrasi Bea Cukai, termasuk pengiriman mi instan dengan total 4.431,96 kg. Di antara pengiriman tersebut adalah 4.047,4 kg Mie Sedaap Cup dari Indonesia dan 327,6 kg mi Lucky Me Cup dari Filipina. Keduanya diimpor oleh Grup Perusahaan ELOM Taiwan.

Bea Cukai Taiwan juga menolak 56,96 kg mi Acecook Cup dari Jepang yang diimpor oleh Zhong Xin International Development.

baca juga:

Sementara itu, menurut laporan World of Buzz, ada 5 rasa berbeda dari produk Mie Sedaap yang ditolak masuk dalam pengiriman tersebut. Mereka meliputi Mie Sedaap Cup rasa sup ayam, Mie Sedaap Cup rasa baso spesial, Mie Sedaap Cup goreng ayam pedas, Mie Sedaap Cup rasa sup ayam pedas Korea, dan Mie Sedaap rasa sup asam pedas.

FDA telah menemukan kandungan berlebihan Etilena oksida dalam produk-produk tersebut.

"Sisa-sisa pestisida kemungkinan besar ditemukan dalam paket bumbu dan bawang goreng yang disediakan dalam bungkus mi," kata pejabat FDA Taiwan.

Semua produk yang memenuhi standar tersebut, termasuk produk Mie Sedaap, telah dikembalikan atau dihancurkan.

"Mengingat banyaknya pengiriman mi instan yang terkontaminasi dari Indonesia, petugas bea cukai akan meningkatkan persentase pemeriksaan impor dari 5-10 persen menjadi sekitar 20 persen," tegas FDA.[]