News

Disindir Berkali-kali Gagal Pilpres, Jawaban Prabowo Makjleb

Prabowo mengaku sebagai ksatria yang tidak mengenal kalah.


Disindir Berkali-kali Gagal Pilpres, Jawaban Prabowo Makjleb
Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai mendaftarkan persyaratan peserta pemilu 2019 di Gedung KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10). Probowo mendaftarkan langsung partai Gerindra untuk menjadi peserta pemilu 2019. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno turut hadir dalam penyerahan berkas di KPU (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjawab sindiran pihak-pihak yang menganggapnya tidak kapok kalah di Pemilihan Presiden (Pilpres).

Prabowo pada Pilpres 2024 memutuskan untuk kembali maju. Pilpres 2024 akan menjadi sejarah baru baginya. Sebab, apabila keinginannya terealisasi maka Prabowo kali keempat mengikuti Pilpres.

Prabowo tercatat pernah mengikuti Pilpres 2014 berpasangan dengan Hatta Rajasa. Pada Pilpres 2019 Prabowo kembali maju berpasangan dengan Sandiaga Uno.

baca juga:

Jauh sebelum itu, pada Pilpres 2009 Prabowo maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Megawati Soekarnoputri.

"Ada yang bertanya ya mungkin nyindir-nyindir, sudah sekian kali kalah kok mau maju lagi. Mungkin mereka tidak mengerti arti pejuang, " kata Prabowo dalam pidatonya di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). 

Prabowo lebih memilih menghiraukan sindiran itu. Prabowo mengaku sebagai ksatria yang tidak mengenal kalah.

"Waktu Bung Karno dipenjara oleh Belanda, apakah dia menghentikan perjuangannya. Bagi seorang pejuang, jatuh itu biasa," ujar dia. 

Sebelumnya, Prabowo Subianto kembali didapuk menjadi calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 mendatang. Penunjukkan Prabowo berdasarkan keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul Internasional Convention Center (SICC). 

Keputusan tersebut diambil eks Danjen Kopassus itu setelah mempertimbangkan hasil rekomendasi seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Indonesia.