News

Disiksa Majikan, TKI di Singapura Nekat Kabur Turuni Apartemen Lantai 15


Disiksa Majikan, TKI di Singapura Nekat Kabur Turuni Apartemen Lantai 15
Majikan Sulis, Nuur Audadi Yusoff akhirnya mengaku bersalah atas enam dakwaan penyerangan yang diberikan kepadanya (www.straitstimes.com)

AKURAT.CO, Sulis Setyowati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berusia 24 tahun dilaporkan kerap dilecehkan hingga disiksa oleh majikannya di Singapura. Karena hal ini, Sulis nekat kabur dengan cara turun dari balkon apartemen lantai 15.

Mengutip Straits Times, kasus penyiksaan Setyowati oleh majikannya, Nuur Audadi Yusoff, terjadi antara Januari hingga April 2018. Dalam kurun waktu itu, Sulis kerap mendapatkan beragam tindakan kekerasan, seperti ditampar pipinya hingga rambutnya dijambak.

Laporan pengadilan menyebutkan bahwa Sulis mulai menginjakkan kaki ke Singapura pada pertengahan 2017 lalu. Namun, saat itu, ia dikatakan masih bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk orang lain.

Tidak jelas mengapa Sulis akhirnya keluar dari pekerjaan pertamanya. Namun, ia mulai bekerja untuk Nuur pada 1 Desember 2017. Sejak saat itu, Sulis pun saban bulan menerima gaji dari Nuur sebesar S$ 580 (Rp6,3 juta).

Selang beberapa bulan, Sulis mulai mendapati perangai asli sang majikan. Pengadilan memberi contoh, pada suatu malam, Sulis pernah dimarahi habis-habisan. Nuur disebut meludahi hingga menampar dua kali pipi Sulis.

Perlakuan ini dikarenakan Sulis lupa mengolesi salep bayi ke perut anak Nuur hingga membuat anak perempuan Nuur tiba-tiba menangis pada tengah malam.

Pada Februari 2018, Sulis kembali menerima pelecehan dari Nuur. Tidak jelas apa yang menjadi pemicu keributan waktu itu, tetapi Sulis dikatakan dijambak dan diseret oleh Nuur.

Karena terus-terusan disiksa, Sulis pun sempat meminta agar dipindah kerja. Namun, Nuur menolak dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan kekerasannya lagi. Tidak hanya itu, Nuur juga sampai membawa Sulis ke Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) untuk melaporkan mantan majikannya yang menunggak pembayaran gaji.

"(Saat itu) Korban merasa berterima kasih atas tindakan tersebut," ucap Wakil Jaksa Penuntut Umum Chong Kee En sembari menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung pada 11 April 2018.