News

Dishub Pastikan Lokasi Parkir Bus Rp350 Ribu di Yogyakarta Tak Resmi

"Kami belum pernah menerbitkan izin parkir tersebut," kata Agus saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).


Dishub Pastikan Lokasi Parkir Bus Rp350 Ribu di Yogyakarta Tak Resmi
Warganet keluhkan tarif mahal parkir bus Rp350 ribu (Dok. Kasri Stone Dakon)

AKURAT.CO Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta memastikan lokasi parkir bus dengan tarif Rp350 ribu yang viral di media sosial beroperasi tanpa seizin pemerintah kota setempat.

"Kami belum pernah menerbitkan izin parkir tersebut," kata Agus saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).

Menurut Agus, hanya Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Senopati yang mengantongi izin atau resmi sebagai lokasi parkir bus.

baca juga:

Di tempat yang telah berizin ini pula pihaknya bisa melakukan pencabutan izin penutupan apabila terjadi pelanggaran aturan. Lokasi selebihnya bukan menjadi kewenangan Dishub.

"Kalau mereka nggak punya izin, yang mau kita cabut apanya," tuturnya.

Agus tak hentinya berpesan kepada para pelaku wisata khususnya, agar teliti memilih lokasi parkir. Termasuk meminta karcis demi mengetahui legal tidaknya usaha itu.

Dishub pun turut mengimbau kepada warga agar terlebih dahulu mengajukan izin untuk setiap usaha parkir di lahan pribadi.

"Meski tanah pribadi silakan mengajukan izin. Memberi ruang investasi tapi bagaimana melakukan tata cara parkir yang sesuai ketentuan," tutupnya.

Sebelumnya, sebuah akun Facebook mengeluhkan biaya parkir bus di salah satu lokasi di Kota Yogyakarta yang dianggap terlampau mahal. Yakni, senilai Rp350 ribu untuk sewa lahan beberapa jam saja.

Lewat unggahannya, akun bernama Stone Dakon itu bercerita bus yang ditumpanginya dikenai tarif Rp350 ribu untuk durasi kurang dari 3 jam.

Baca Juga: Viral Warganet Keluhkan Tarif Mahal Parkir Bus, Rp350 Ribu Cuma Beberapa Jam

"Tepatnya di belakang hotel premium Zuri. Kalau nggak salah. Sebesar itu. Yaitu 350.000," tulis akun itu.

Sebagai wisatawan lokal, dia mengaku heran. Terlebih saat menerima sebuah kuitansi berisikan rincian fasilitas dan pelayanan tempat parkir tersebut.

"Di kuitansi ada biaya lain lain. Cuci bis dan kebersihan. Dan kami tau tidak ada kegiatan cuci Bis di situ. Kami numpang sholat dan toilet. Itupun ada kotak di depannya. Kami pun bayar seperti toilet umum di Indonesia. Sebesar 2000," jelasnya.

Lewat unggahan ini ia tak bermaksud menjelek-jelekkan citra pariwisata Kota Gudeg. Namun berharap ditindaklanjuti pihak berwenang demi kebaikan bersama.[]