News

Disesalkan, Pj Kepala Daerah Seperti Diambil dari Black Box

Makanya banyak pakar sudah menyampaikan sejak tahun lalu agar dibuatkan regulasi yang kuat tentang pengangkatan Pj sehingga dia ada seleksi yang transparan


Disesalkan, Pj Kepala Daerah Seperti Diambil dari Black Box
Johermansyah Djohan (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO, Pakar Otonomi Daerah Johermansyah Djohan mengkritik mekanisme penunjukan penjabat kepala daerah. Menurut dia, pengangkatan Pj kepala daerah saat ini memiliki kelemahan mendasar, salah satunya dari aspek keterbukaan. 

"Kalau sekarang kan (proses penunjukan Pj) tertutup tiba-tiba udah ditunjuk. Kita tidak tahu bagaimana prosesnya, ini seperti dalam kotak hitam, black box. Padahal dia ini berkuasa lama dan memimpin pemerintahan hingga Pilkada (2024) nanti," katanya, Kamis (26/5/2022). 

Dia mengakui bahwa pada proses Pilkada serentak tahun 2019 dan 2020, pemerintah juga menunjukkan beberapa Pj kepala daerah. Tetapi saat itu masa jabatannya terbilang pendek. 

baca juga:

"Kalau pengangkatan Pj yang kemarin itu kan waktunya pendek bilangan bulan kalau ini bilangan tahun. Lalu yang kedua tidak ada Pemilu serentak dan Pilkada serentak nasional. Kalau sekarang itu kan ketika Pj berkuasa ada Pileg. Itu tidak terjadi pada pengangkatan zaman dulu," katanya. 

Karenanya, mantan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri itu mengtakan banyak pakar yang mengkritik perlunya transparansi dalam proses penunjukan PJ kepala daerah itu sejak tahun lalu. 

"Makanya banyak pakar sudah menyampaikan sejak tahun lalu agar dibuatkan regulasi yang kuat tentang pengangkatan Pj sehingga dia ada seleksi yang transparan," katanya. 

Dia menambahkan, kelemahan lain dalam proses penunjukan Pj kepala daerah saat ini adalah tidak melibatkan publik. Padahal, kata dia lagi, Pj kepala daerah yang akan menjabat memimpin pada masa Pilkada serentak secara nasional. 

"Harusnya melibatkan publik, dikonsultasikan ke DPRD sebagai representasi rakyat di daerah itu. Kemudian diseleksi di antara pegawai negeri yang memenuhi ketentuan. Ini tidak ada," ujarnya.[]