News

Diserang saat Berikan Kuliah, 5 Fakta Menarik Sosok Novelis Kontroversial Salman Rushdie

Fakta Salman Rushdie.


Diserang saat Berikan Kuliah, 5 Fakta Menarik Sosok Novelis Kontroversial Salman Rushdie
Salman Rushdie (pennlive.com)

AKURAT.CO Penulis kontroversial, Salman Rushdie, menjadi korban penyerangan ketika sedang memberikan kuliah umum di New York, Amerika Serikat pada Jumat (12/8) lalu. Atas penyerangan tersebut, Rushdie dilaporkan harus menggunakan ventilator dan mengalami luka parah. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait Salman Rushdie. 

1. Lahir dari keluarga mampu

baca juga:

Ahmed Salman Rushdie lahir dari keluarga Muslim Kashmiri dengan ayah, Anis Ahmed Rushdie, seorang pengusaha sekaligus pengacara lulusan Cambridge dan Negin Bhatt, seorang guru. Dengan latar belakang keluarganya yang cukup mampu, tak heran jika Rushdie mendapatkan pendidikan yang mumpuni.

Setelah menyelesaikan SMA, ia pindah ke Ingris untuk menempuh pendidikan di Rugby School dan kemudian di King's College, Cambridge dengan gelar M.A di Ilmu Sejarah. 

2. Novel kedua yang sangat populer

Pendidikan Rushdie sangat memengaruhi berbagai karyanya. Rushdie menjadi begitu populer setelah menerbitkan karya keduanya, Midnight's Children tahun 1981 yang merupakan dongeng tentang India modern. Tidak hanya berhasil meraih Booker Prize di tahun pertama penerbitannya, buku ini juga dianugerahi Best of the Bookers seiring dengan perayaan Booker Prize ke-25 dan ke-40. Elemen fiksi sejarah menjadi kekuatan utama dalam berbagi karyanya yang menimbulkan berbagai kontroversi. 

3. Novel keempat mendatangkan fatwa kematian

Novel ketiganya, Shame (1983) turut menciptakan kontroversi karena telah memancing kemarahan Indira Gandhi. Sedangkan novel keempatnya, The Satanic Verses yang dirilis pada 1988, membuatnya mendapatkan fatwa kematian.

Pemmpin spiritual Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa bahwa siapapun yang berhasil mengeksekusi Rushdie akan mendapatkan hadiah. Pernyataan tersebut merupakan puncak dari berbagai kemarahan komunitas muslim atas novel kontroversialnya yang ditafsirkan sebagai penggambaran Nabi Muhammad. 

4. Bersembunyi selama lebih dari 30 tahun

Mendapatkan berbagai ancaman, Rushdie akhirnya memutuskan untuk bersembunyi dan ia juga mendapat perlindungan dari pemerintahan Inggris. Sejak itu, kehidupannya berubah drastis.

Ia akan selau mendapatkan pengawalan khusus ketika ke luar rumah. Selama persembunyiannya, sejumlah ancaman pun tetap ia terima, termasuk sebuah bom di London. 

5. Penyerangan serius

Dilansir dari sejumlah sumber, penyerang terbaru tersebut langsung meninju hingga 15 kali ketika sedang di atas panggung hingga Rushdie jatuh ke lantai. Selain itu, pendiri organisasi sekaligus moderator acara tersebut, Henry Reese, juga diserang dan mengalami cedera wajah.

Saat ini, Salman Rushdie sedang dalam perawatan dan dilaporkan menggunakan ventilator. Selain itu, dikabarkan bahwa hati sang penulis mengalami kerusakan, saraf lengan putus, dan mata yang kemungkinan besar akan hilang. 

Pelaku yang bernama Hadi Matar diketahui berasal dari Fairview, New Jersey, dan saat ini sedang menunggu dakwaan. Sedangkan motif serangan tersebut hingga hari ini belum jelas. []