Olahraga

Diselidiki Dugaan Pemalsuan Laporan Keuangan, Juventus Janji Kooperatif dengan Pihak Berwajib

Dugaan pemalsuan keuangan dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden klub Andrea Agnelli dan Pavel Nedved, serta eks Direktur Olahraga, Fabio Paratici.


Diselidiki Dugaan Pemalsuan Laporan Keuangan, Juventus Janji Kooperatif dengan Pihak Berwajib
Juventus. (Juventus.com)

AKURAT.CO, Juventus membenarkan kabar yang beredar bahwa para petingginya tengah diselidiki oleh pihak berwajib di Italia. Penyelidikan tersebut dilakukan terkait dengan adanya dugaan pemalsuan laporan keuangan.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, setidaknya ada enam nama pejabat tinggi Juventus yang diinvestigasi, termasuk Presiden dan Wakil Presiden klub Andrea Agnelli dan Pavel Nedved, serta eks Direktur Olahraga, Fabio Paratici yang kini bekerja untuk Tottenham Hotspur. Adapun tiga sisanya berasal dari bagian komersial klub.

“Juventus Football Club SpA (“Juventus” atau “Perusahaan”) mengakui bahwa Kantor Kejaksaan Umum Pengadilan Turin telah memulai penyelidikan terhadap Perusahaan dan beberapa pejabatnya saat ini (Andrea Agnelli, Pavel Nedved dan Stefano Cerrato) dan mantan petugas mengenai pendapatan dari hak pendaftaran pemain,” bunyi pernyataan Juventus dalam laman resminya, dikutip Minggu (28/11).

Investigasi sudah dilakukan sejak Jumat (26/11) kemarin. Otoritas hukum Italia yang mengurus kasus kejahatan keuangan, Guardia di Finanza, melakukan penggeledahan di kantor Juventus yang berada di Continassa dan Milan untuk mencari informasi dan mengambil dokumen-dokumen penting selama tiga tahun terakhir alias sejak 2018.

Jaksa Pengadilan Umum di Turin membuka kasus ini setelah badan pemerintah Italia yang mengawasi pasar sekuritas, CONSOB melakukan pemeriksaan pada Juli lalu dan COVISOC (badan pengawas klub-klub sepakbola di Italia) juga memberikan laporan yang tengah diinvestigasi oleh Jaksa Federal.

COVISOC menduga ada sejumlah kasus terkait pengambilan keuntungan dari transfer pemain yang perlu diinvestigasi, salah satunya pertukaran pemain antara Miralem Pjanic dan Arthur Melo dengan Barcelona pada 2020 lalu.

Sekarang, Juventus juga masuk dalam investigasi kriminal, dengan pergerakan keuangan senilai 50 juta Euro. Klub berjuluk Bianconeri ini pun berjanji bakal kooperatif dengan pihak berwajib dan pihak-pihak terkait lainnya. 

“Perusahaan bekerja sama dengan penyelidik dan dengan CONSOB dan percaya bahwa itu akan mengklarifikasi setiap aspek kepentingannya karena diyakini telah bertindak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan, serta sesuai dengan prinsip akuntansi dan dalam sejalan dengan praktik internasional dalam industri sepak bola dan kondisi pasar,” tandas bunyi pernyataan resmi klub.[]

Sumber: Juventus.com, La Gazzetta dello Sport