News

Disebut Terlibat dalam Tewasnya Laskar FPI, Muannas Desak Diaz Laporkan Kembali Rizieq Shihab

Rizieq mengatakan bahwa staf khusus presiden di bidang intelijen ini berencana untuk memenjarakan dirinya


Disebut Terlibat dalam Tewasnya Laskar FPI, Muannas Desak Diaz Laporkan Kembali Rizieq Shihab
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menanggapi penyebutan nama Diaz Hendropriyono oleh Muhammad Rizieq Shihab dalam pledoinya. Disebutkan bahwa diduga ada keterlibatan Diaz dalam peristiwa tewasnya enam laskar FPI yang terjadi pada Desember 2020 silam.

Muannas lantas menyebut bahwa ini tuduhan serius kepada Ketua Umum PKPI itu. Ia mendesak Diaz untuk melaporkan Rizieq.

"Ini tuduhan serius, seperti adagium fitnah lebih kejam dari pembunuhan yang dituduhkan, saya berharap mas diaz melaporkan dan mengambil langkah hukum sebagai warganegara," tulis politikus PSI itu sebagaimana dikutip AKURAT.CO di Twitter @muannas_alaidid pada Sabtu (12/6/2021).

Sebagaimana diberitakan, Rizieq mengatakan bahwa staf khusus presiden di bidang intelijen ini berencana untuk memenjarakan dirinya setelah kejadian penembakan pengawalnya itu.

Diaz menanggapi santai tudingan Rizieq tersebut. Ia membantah tudingan tersebut dan menilai apa yang dilontarkan Rizieq tak jelas.

"Bisa aja Rizieq bikin berita, orang nggak jelas," kata Diaz saat dihubungi media menanggapi tudingan itu.

Rizieq saat ini sedang menjalankan hukuman. Di mana sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang tanggal 27 Mei 2021 memvonis Rizieq Shihab hukuman delapan bulan penjara untuk kasus kerumunan di Petamburan.

Putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang meminta hukuman dua tahun penjara.

Selanjutnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Rizieq Shihab pidana denda Rp20 juta untuk kerumunan di Megamendung, lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang meminta vonis 10 bulan penjara dan denda Rp50 juta.[]