News

Disebut Sudah Jadi Tradisi, Ini 7 Fakta Mengejutkan Kekerasan di Kampus UMMU Maluku Utara

Fakta kekerasan di kampus UMMU.


Disebut Sudah Jadi Tradisi, Ini 7 Fakta Mengejutkan Kekerasan di Kampus UMMU Maluku Utara
Tangkapan layar video/ (twitter/@Pasifisstate)

AKURAT.CO, Sebuah video kekerasan di lingkungan kampus kembali menjadi perbincangan warganet. Kali ini, kekerasan berupa pemukulan tersebut terjadi di salah satu kampus di Provinsi Maluku Utara. Bahkan, kekerasan tersebut telah dianggap sebagai tradisi untuk menyambut mahasiswa baru. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait video kekerasan di salah satu kampus di Maluku Utara. 

1. Viral di media sosial

Kekerasan dalam kampus di Maluku tersebut bermula dari viralnya sebuah video yang memperlihatkan seorang mahasiswa ditampar oleh sosok pria berambut gondrong. Dalam video tersebut, mahasiswa yang masih mengenakan kemeja tersebut ditampar beeberapa kali oleh pria yang diketahui ternyata mahasiswa senior di kampus tersebut. Video tersebut disebarkan salah satunya oleh akun Twitter @Pasifisstate. 

baca juga:

2. Dikecam warganet hingga didesak anggota DPRD

Tanggapi video viral tersebut, sejumlah warganet menyatakan kegeramannya atas aksi yang dilakukan oleh si pelaku. Bahkan, sejumlah warganet mendorong pihak univeritas untuk menindak tegas pelaku.

Aksi ini ternyata juga mencuri perhatian anggota DPRD Kota Ternate, Maluku Utara. Pejabat anggota Komisi III DPRD Kota Ternate mendesak kampus untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku. 

3. Meminta maaf secara tertulis

Insiden tersebut terjadi di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Sedangkan pelaku dan korban adalah mahasiswa Fakultas Teknik UMMU. Korban merupakan salah satu mahasiswa baru di kampus tersebut sedangkan pelaku telah berada di semester lima atau tahun ketiga. Insiden ini kini telah diselesaikan secara damai baik secara pribadi maupun secara kelembagaan. 

4. Siap menerima risiko

Pelaku diketahui berama Andre Tuheitu dan korbannya bernama Hasbullah Syarief. Keduanya telah menyatakan damai secara tertulis yang disaksikan oleh Ketua Prodi Teknik Sipil, Ketua Prodi Teknik Pertambangan, Presiden BEM Teknik, Ketua HMT Pertambangan dan Ketua HMT Sipil.

Dalam pernyataannya, Andre mengaku bersedia menanggung segala biaya pengobatan korban dan juga akan menerima sanksi yang diberikan kepadanya. 

5. Pemukulan sudah jadi tradisi

Selain menyatakan permintaan maafnya, Andre juga mengaku jika tindakan perploncoan berupa pemukulan tersebut sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun di Fakultas Teknik UMMU. Ia juga cukup kaget ketika dalam proses tersebut justru ada yang merekamnya dan menyebarkannya.

Pasalnya, menurutnya, tradisi tersebut sudah menjadi ‘ajaran’ yang dilakukan oleh mahasiswa senior kepada mahasiswa junior dan dilakukan hanya di internal mahasiswa Fakultas Teknik. 

6. Keluarga korban dorong kampus beri tindakan tegas

Setelah melakukan permintaan maaf secara tertulis, keluarga merasa penyelesaian internal tersebut tidak memberikan rasa keadilan terhadap korban. Pasalnya, menurut keluarga korban, korban masih berada di semeseter 1 dan sudah didoktrin terkait kekerasan.

Selain itu, pihak keluarga korban juga menyayangkan pembenaran yang beredar di lingkungan senior mahasiswa yang menyatakan bahwa tindakan tersebut telah menjadi tradisi. 

7. Bawa ke ranah hukum

Selain itu, keluarga korban juga menyatakan kekecewaannya terhadap kampus karena justru tidak melakuan permintaan maaf secara terbuka melalui media atau rilis resmi dan sikap kampus yang tidak mengambil tindakan tegas kepada mahasiswa senior tersebut. Jika beberapa tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka kasus ini akan dibawa ke ranah hukum oleh keluarga korban. Selain itu, pihak keluarga juga akan melaporkan pihak kampus ke Kemdikbudristek. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus masih belum memberikan pernyataan resminya terkait tuntutan dari keluarga korban tersebut. []