News

Disdik Banjarmasin Sebut 70 Persen Sekolah Siap Gelar Tatap Muka

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyatakan 70 persen sekolah dasar (SD) di kota ini sudah siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)


Disdik Banjarmasin Sebut 70 Persen Sekolah Siap Gelar Tatap Muka
Kabid Pengelolaan SD Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi (Antara Foto)

AKURAT.CO, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyatakan 70 persen sekolah dasar (SD) di kota ini sudah siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Menurut Kabid Bina SD Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi tahun ajaran baru 2021/2022 menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar secara normal baru yakni PTM mulai Juli 2021. Menurut dia, hasil simulasi kelas 6 SD untuk pelaksanaan ujian akhir sekolah secara PTM berjalan baik dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

"Intinya sekolah di daerah kita rata-rata sudah siap PTM berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri tetapi tetap harus mendapat persetujuan pemerintah daerah masing-masing," tuturnya  di Banjarmasin, Selasa (25/5/2021).

Dikatakan Nuryadi, Disdik Banjarmasin masih menunggu keputusan pemerintah kota soal pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru tersebut.

Menurut dia, jumlah SDN Negeri di kota ini pada lima kecamatan sebanyak 208 sekolah, sementara yang swasta sebanyak 48 sekolah, hingga totalnya sebanyak 256 sekolah.

"Sebesar 70 persen sekolah SD di kota ini sudah siap melaksanakan PTM dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikkan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan skenario PTM di tahun ajaran 2021-2022 di Banjarmasin saat ini sudah mulai dipersiapkan dengan matang oleh sejumlah sekolah.

Sebelumnya, beberapa sekolah juga telah melakukan simulasi PTM. Begitu juga para dewan guru sudah divaksin COVID-19.

"Memang sudah diwajibkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, skenario ini diajukan karena melihat matangnya persiapan yang dilakukan oleh pihak sekolah," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan fasilitas pembelajaran secara daring bagi siswa mengingat masih ada beberapa orangtua siswa yang tidak menyetujui adanya PTM karena khawatir tertular virus corona.

"Bagi orangtua yang tidak setuju, konsekuensinya mau tidak mau harus ikut pembelajaran secara daring," ujarnya. []

Sumber: Antara