News

Disdag Mataram Tunda Kegiatan Pasar Murah

Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menunda kegiatan pasar murah yang semestinya dilaksanakan awal bulan


Disdag Mataram Tunda Kegiatan Pasar Murah
Pekerja membungkus telur yang dijual pada Pasar Murah Ramadan di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (18/5). Pasar Murah Ramadan 1439 H yang menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah subsidi dari pemerintah itu bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan menjelang Lebaran. (ANTARA FOTO/Rahmad/kye/18.)

AKURAT.CO, Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menunda kegiatan pasar murah yang semestinya dilaksanakan awal bulan Ramadan 1442 Hijriah menjadi pertengahan atau bahkan akhir Ramadan.

"Kegiatan pasar murah terpaksa kita tunda karena terkendala anggaran yang menggunakan aplikasi sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) dan saat ini masih berproses," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin di Mataram, Selasa, (13/4/2021).

Dikatakan, rencana awal kegiatan pasar murah akan dilaksanakan minimal seminggu sebelum puasa, namun ternyata juga tidak bisa dilaksanakan sampai awal puasa.

"Kendati demikian, kami optimis kegiatan pasar murah tetap bisa dilaksanakan pada pertengahan puasa atau paling lambat seminggu sebelum Idul Fitri 1442 Hijriah," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan pasar murah dalam bulan puasa dinilai prioritas untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama puasa dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan pasar murah juga memberikan kesempatan masyarakat berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dengan harga di pasaran serta memberikan keyakinan kepada masyarakat terhadap ketersediaan stok berbagai kebutuhan pokok.

"Dengan demikian, masyarakat tidak panik borong sehingga bisa berbelanja sesuai kebutuhan sebab panik belanja dapat memicu kenaikan harga karena stok berkurang," katanya.

Terkait dengan itu, tambahnya, kegiatan pasar murah direncanakan dilaksanakan pada enam kecamatan, dengan kuota satu kecamatan tiga kelurahan. Kelurahan yang diprioritaskan menjadi lokasi pasar murah adalah kelurahan yang relatif jauh dari pusat perbelanjaan.

Sementara menyinggung tentang harga kebutuhan pokok saat ini, Amran mengatakan, sejauh ini harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional masih stabil.

Sumber: ANTARA