Entertainment

Disbud DIY Terbitkan 5 Novel Berbahasa Jawa


Disbud DIY Terbitkan 5 Novel Berbahasa Jawa
Novel berbahasa Jawa (AKURAT.CO/Ridwan Anshori)

AKURAT.CO, Dinas Kebudayaan DIY menerbitkan lima novel berbahasa Jawa. Langkah ini untuk melestarikan bahasa Jawa agar tetap eksis serta tidak dipandang sebelah mata. Selain itu juga untuk menjawab kegelisahan sastrawan Jawa.

Kelima novel yang diterbitkan tersebut berjudul "Pulung Gantung Tali Pati" karya Iman Budhi Santosa, "Kadang Suriname Sanak Merapi" (Fuji Riang Prastowo MSc), "Sengara Mati" (Siti Aminah), "Kori Wus Tinarbuka" (MM Sri Haryanti SS), dan "Begog Godhong Asem Pereng Gunung Merapi" (Drs Sugeng Subagya MM).

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa dan Sastra Disbud DIY, Erlina Hidayati SIP MM mengatakan, jarang ada penerbit yang bersedia menerbitkan novel berbahasa Jawa. Oleh sebab itu, Dinas Kebudayaan DIY berani menerbitkannya sebagai jawaban atas kegelisahan sastrawan Jawa.

"Kelima novel merupakan pemenang Kompetisi Penulisan Novel Berbahasa Jawa yang diadakan Dinas Kebudayaan DIY, Juni 2017 lalu," kata Erlina di Kantor Disbud DIY, Kamis (21/12).

Dia mengatakan, sebenarnya sastrawan Jawa cukup produktif. Namun persoalannya adalaah jarang ada penerbit yang bersedia menerbitkannya. Penerbit beranggapan novel berbahasa Jawa kurang laku jual. 

Di sisi lain, Erlina mengatakan, Kompetisi Penulisan Novel Bahasa Jawa dilatarbelakangi materi pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah formal yang terbatas. Para guru yang tergabung Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa menilai, para siswa perlu materi yang bisa membuka wawasan untuk memacu ide.

"Akhirnya Disbud DIY memfasilitasi menggelar kompetisi penulisan novel Bahasa Jawa. Lima novel terbaik kita terbitkan. Novel yang diangkat adalah yang berbasis budaya yang diambil dari budaya keseharian masyarakat," papar Elina.

Menurut Erlina, lima novel berbahasa Jawa tersebut masing-masing dicetak 250 eksemplar. Novel akan diedarkan di sekolah terutama SMA dan komunitas. "Jika permintaan tinggi, kita cetak lagi. Yang jelas tidak dijual untuk umum," ungkapnya.

Dia berharap, dengan diterbitkannya novel tersebut, para penulis Bahasa Jawa termotivasi berkarya. Untuk menambah motivasi, Dinas Kebudayaan DIY tidak hanya sekedar menerbitkan edisi cetak, namun juga dalam bentuk digital.[]